SEPERTI KATA

SEPERTI SUARA
Taufiq Wr. Hidayat *

Melalui caviar dan vodka
kami langgar sepuluh dosa.
Di atas kain meja yang putih
terbarut tindakan yang sia-sia.
Botol-botol anggur yang angkuh
dan teman wanita yang muda
adalah hiasan malam yang terasa tua.

(WS. Rendra; “Sebuah Restoran, Moskwa”, dalam “Sajak-sajak Sepatu Tua”) Continue reading “SEPERTI KATA”

MUJICA

Fahmi Faqih *

Jika di kepala anda kata ‘miskin’ berarti kurangnya materi, maka itu tidak berlaku bagi Jose Mujica. Miskin dalam pengertian mantan presiden Uruguay ini bukanlah perkara materi—sesuatu yang superfisial. Ia nyaris tidak punya harta. Pada tahun 2010 kekayaan pribadinya tak lebih dari 1800 dollar AS atau sekitar Rp 18 Juta. Dan ketika menjadi presiden, gajinya yang berjumlah 12.500 dollar AS ia sumbangkan setiap bulan sebanyak 90% untuk program sosial. Continue reading “MUJICA”

Meraba Kebanyumasan melalui Sastra

Muharysam Dwi Anantama *
suaramerdeka.com

Sastra merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat. Ia lahir dari dan di tengahtengah masyarakat karena penulis sastra bagian dari masyarakat. Sering kita temui karya sastra identik dengan kehidupan sehari-hari.

Karya sastra merupakan manifestasi laku masyarakat setiap hari. Alamsemesta, termasukmanusia, menyuguhkan bermacam fenomena. Penulis sastra mesti membekali diri dengan pengetahuan dan kepekaan untuk mampu merangkum menjadi karya. Continue reading “Meraba Kebanyumasan melalui Sastra”

Opera Sekar Jagad

Kurnia Effendi *
Kompas, 29 Apr 2018

TANGANNYA yang basah dan licin oleh sabun ikut tertegun. Ia mengenali kain dalam remasannya: batik tulis sekar jagad yang dia bikin hampir empat tahun lalu. Serta-merta ia membebaskan kain katun dengan warna sogan itu dari impitan pakaian yang lain, kemudian menciumnya. Bagai digerakkan kenangan masa silam, ia lekas mencari ujung kain dan menemukan torehan namanya di sana: Purwati. Continue reading “Opera Sekar Jagad”