Huusss Puusssss, Tardji, Tobatlah!

Saut Situmorang
boemipoetra.wordpress.com

Kalok kita memang serius berusaha mendekonstruksi Sejarah Indonesia Versi Orde Baru maka salah satu dari Sejarah Indonesia tersebut adalah Sejarah Sastra Indonesia.

Dekonstruksi atas Sejarah Sastra Indonesia hanya bisa dilakukan dengan satu cara: Membaca-ulang politik kanon(isasi) tokoh-tokohnya.

Dokumentasi Sastra Dunia Terlengkap dalam Bahasa Indonesia

Judul: Cinta Semanis Racun
Pengarang: Anton Chekhov, Anton Kurnia (translator), Fyodor Dostoyevsky, Émile Zola, James Joyce, Franz Kafka, Carlos Fuentes, Isabel Allende, dll
Penerjemah: Anton Kurnia
Cetakan: 1, Agustus 2016 Tebal: 632 hlm
Penerbit: DIVA Press
Peresensi: Dion Yulianto

Sajak-sajak Sofyan RH. Zaid

SERAT KESUNYIAN

datang-datanglah kau padaku, kekasih # aku menanti dari hari ke perih
padam mata arah nyala mata waktu # aku rabah hati masih dalam rindu
air mata menulis kalimat harap # angin membacakannya kepada gelap
tak tahan sudah aku menabung duka # biarkan saja kata yang menanggungnya
dalam bahasa rahasia cuaca # menjadi serat di lembaran udara

Puisi-Puisi Usman Arrumy

Suara Merdeka 17 Mei 2015
SENANDIKA KAMA

Setiap kali aku menghadapi puisi
Aku ingat dirimu yang menyimpan ketabahan bumi

Melalui gunung aku tahu cara merenung
Lewat lembah aku diajari cara merendah
Dan angin terus berhembus, mengelus segala yang aus
seolah membimbing bagaimana cara mencintai dengan tulus

Nurel Javissyarqi, Sastrawan Pelukis Kata

Mofik el-abrar
lpmalmillah.com

Sebongkah berlian akan memiliki nilai jual tinggi jika ia mau keluar dari dalam tanah dan mau bersabar dalam menghadapi proses pengolahan yang membutuhkan waktu lama. Tapi jika sebongkah berlian tersebut tidak mau keluar dari perut bumi dan tidak mau merasakan kerasnya proses pengolahan, maka ia hanyalah sebongkah batu berlumpur yang tidak berharga.

PEMBENARAN DAN TAMPARAN

Sofyan RH. Zaid *
triknews.net

Jauh sebelum “Sastra(wan) Generasi Facebook” karya Maman S Mahayana (Kompas, 22/04/2017) yang menggempa(r)kan itu, saya pribadi tidak pernah share puisi di facebook. Kalau pun share puisi, pastilah puisi yang sudah dimuat media massa -baik cetak maupun online- beserta sumber dan edisi pemuatannya. Saya menjadikan dan menempatkan facebook sebagai media sosial untuk sosialisasi atau sebagai ‘tangan kedua’ setelah media massa dalam penyebaran karya. Barangkali orang-orang menganggapnya sebagai penguatan eksistensi, saya pribadi menganggapnya sebagai berikut: