Mengapa Gaji Editor di Indonesia Menyedihkan?

Safar Nurhan *

Menjadi editor tak pernah terpikirkan dalam hidup saya di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, mendapat lembar-lembar uang (bukan puing emas) dari kerja mengedit naskah.

Saat kecil, saya seperti anak pada umumnya yang bercita-cita kalau besar nanti akan menjadi polisi, guru, atau tenaga kesehatan (baca: profesi yang memakai pakaian seragam). Continue reading “Mengapa Gaji Editor di Indonesia Menyedihkan?”