Posted by PuJa on
Yusri Fajar *)
http://nasional.kompas.com/
Akhirnya aku tiba di negeri kelahiran Shakespeare, sastrawan ternama Inggris yang dikagumi banyak orang. Pilot mengumumkan beberapa saat lagi pesawat akan mendarat. Hari masih pagi namun bandara Internasional Heathrow London sudah ramai oleh penumpang yang datang dan pergi. Aku datang ke sini untuk menghadiri pentas puisi sekaligus menemui Carina di kota Leeds. Dari London aku akan melanjutkan perjalanan dengan bus ke Leeds. Carina pasti sudah menunggu kedatanganku. (more…)
Filed under: Cerpen
Tags: Cerpen, Sastra-Indonesia.com, Yusri Fajar
No Comments »
Posted by PuJa on
(Catatan perjalanan di Desa Jono, Temayang, Bojonegoro)
Sabrank Suparno *
1. Keberangkatan
Setelah melakukan latihan ‘terakhir’ dalam proses naskah teater Negri Sungsang pada 20 Januari 2012, seluruh awak Komunitas Suket Indonesia berdiskusi khusus mengenai pementasan dua hari berikutnya tanggal 22 Januari di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro dan 23 Januari 2012 di Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban. (more…)
Filed under: Canting
Tags: Canting, Sabrank Suparno, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
(Catatan Pementasan di Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban pada 23 Januari 2012)
Sabrank Suparno *
Ketika para aktor Negri Sungsang ikut berdiskusi seusai pementasan di desa Jono, personel KSI yang lain membongkar properti. Setelah dirasa perlengkapan terselesaikan, seluruh awak KSI berpamitan kepada tuan rumah. Secara tekhnis tidak ada perbedaan dengan kedatangan di Jono, begitu sampai di Balai Desa Maibit, Kecamatan Rengel-Tuban jam 24.30 malam, beberapa awak rombongan membantu setting panggung dan lighting. Persis ketika di Jono, dengan harapan esok harinya waktu hanya untuk istirahat total, kecuali jalan-jalan dan atau tugas lain yang terjadwal. (more…)
Filed under: Canting
Tags: Canting, Sabrank Suparno, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Denny Mizhar
__Pelangi Sastra Malang
Pada mulanya adalah pertemuan yang sering terjadi antara saya dan Ragil Supriyanto yang biasa dipanggil Ragil Sukriwul. Saya diajak gabung di Komunitas Mozaik Malang dengan gerak yang merambah dunia seni dan sastra. Tetapi saya belum intens, hanya ketika Mozaik dengan penerbitannya menggarap antologi cerpen yang diberi judul “Pledoi: Pelangi Sastra Malang dalam cerpen” saya dimintanya untuk memegang tanggung jawab di bagian produksi: membantu mencari dana penerbitan hingga buku tersebut terbit pada tahun 2009. (more…)
Filed under: Canting
Tags: Canting, Denny Mizhar, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Asarpin
Lampung Post, 15 Jan 2012
SAYA ingin berbicara sajak sebagai pertaruhan berbahasa dengan mengambil contoh sejumlah sajak Sitok Srengenge. Sebagai penyair, Sitok termasuk penyair Indonesia yang telah menghasilkan beberapa buku sajak yang memiliki kekhasan di bidang penggunaan bahasa Indonesia modern. Dia menulis cukup banyak sajak dengan bahasa yang sangat puitis. Barangkali itulah modal utamanya sebagai penyair—belakangan juga mencatatkan diri sebagai penulis prosa yang liris dan puitis, yang hanya bisa ditandingi oleh kejernihan bahasa Nukila Amal. (more…)
Filed under: Esai
Tags: Asarpin, Esai, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
K. Muhamad Hakiki
http://www.lampungpost.com/
PERAYAAN Imlek tahun ini jatuh pada hari Senin, 23 Januari 2012, dan merupakan tahun baru China ke-2563. Dalam mitologi kepercayaan China klasik, Imlek kali ini masuk dalam shio naga air. (more…)
Filed under: Esai
Tags: Esai, K. Muhamad Hakiki, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Pay Jarot Sujarwo
http://www.lampungpost.com/
Perempuan itu menggenggam belati. Matanya yang tajam sudah lebih dulu menikam dada lelaki. Napasnya terengah-engah. Tak kuat lagi menahan amarah. Entah sudah berapa kali, lelaki yang katanya mencintainya itu, meminta maaf sebab berselingkuh. (more…)
Filed under: Cerpen
Tags: Cerpen, Pay Jarot Sujarwo, Sastra-Indonesia.com
No Comments »
Posted by PuJa on
Prof Dr Misranto SH MHum
http://www.surya.co.id/
Apa jadinya bangunan kehidupan bangsa ini tanpa buku-buku yang ‘berani’ atau bermuatan kritik, mengandung perbedaan, estetika gramatikal yang tidak kaku, dan mengajak elemen masyarakat menjadi pembelajar yang jernih?
Bagaimana nasibnya masyarakat di kemudian hari, jika sehari-harinya tak mendapat suguhan literasi yang memberi ruang demokrasi? (more…)
Filed under: Esai
Tags: Esai, Misranto, Sastra-Indonesia.com
No Comments »