OUR STYLE

Aini Aviena Violeta
http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/

Pagi itu sungguh indah. Matahari bersinar dengan cantiknya. Angin pun berhembus lembut. Burung burung berlompatan dengan riang. Sekerumunan anak-anak perempuan berpakaian seragam tak ingin kalah dengan meledakkan tawa yang dahsyaaat, mereka menyambut pagi dengan super hueboh di kantin sekolah. Empat gadis ter-usil di sekolah menghabiskan waktu senggangnya dengan gossip-gossip panas dan humor-humor gila.

Alexa anak tajir itu mengawali pembicaraan.
?Eh tau ga? tadi malam gue habis dibeliin nyokap gue berlian harganya??
?Berapa Xa harganya? Bagus ga?? Terus beli di mana? Aku boleh lihat ga?? Terus kapan ke rumahmu??
?Stop, stop, stop, stop, Chintia yang super cerewet, gimana gue bisa ngejawab. Pertanyaan loe aja ga? bisa diitung pake jari.? Sungut Alexa sambil memajukan bibir mungilnya 1 cm.
?Oke, gue jawab pertanyaan loe. Tapi satu aja ya, harga berlian gue 575.000.000,00.?
Nien yang sedang asyik berkutat dengan Kahlil Gibran pujangga favoritnya tersentak kaget.

?Ha??! 575.000.000,00 hanya untuk sebuah berlian? Bayangkan, uang segitu banyak, bisa buat beli ratusan buku Kahlil Gibran.? Nien mengerutkan keningnya.
?Dari pada 575.000.000,00 buat berlian atau Kahlil Gibran, mending buat beli bola.? Si tomboy yang gibol tersenyum puas, di sertai dengan sorak sorai temannya .
?Huuu? huuuuu??

Alexa yang tajir and manis, Chintia yang super cerewet namun cerdas, Nien sang puitis, dan Lunnar yang gibol banget, menurut mereka perbedaan itu bukan menjadi permasalahan, tapi bagi mereka perbedaan menjadi kebahagiaan dan warna-warna tersendiri dalam kehidupan mereka.

Bel berbunyi. Kantin yang semula padat penduduk kini sepi pengunjung. Gank Style yang tadinya asyik ngobrol segera meluncur menuju kelas mereka. Waktunya Al-Qur?an Hadits, pelajaran yang paling di takuti oleh Gank Style.
?Lagi lagi Pak Ishaq, guru aneh dan nyebelin.? Batin Alexa jengkel.
?Asssalamu?alaikum?

Semua mata terbelalak. Sebagian murid ada yang mengucek ucek matanya seolah memastikan. Suasana pun hening. Tak ada seorang pun yang menjawab salam itu.
?Assalamu?alaikum? salam itu terulang kembali oleh sosok pria berpeci. Semua murid masih bingung. ?Selamat pagi anak-anak. Perkenalkan, saya pak Ahkam guru baru yang akan menggantikan pak Ishaq beberapa hari ini.?

Semua murid mengangguk angguk mengerti. Lalu setelah basa basi sebentar, pak Ahkam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur?an. Semua mata masih terpana. Mereka kagum akan ketampanannya, kesopanannya, serta kewibawaannya. Suasana menjadi hening ketika suara merdu Pak Ahkam melantunkan beberapa ayat suci Al-Qur?an. Burung-burung dan pucuk- pucuk dedaunan seolah ikut hanyut dalam keheningan lantunan ayat-ayat nan suci itu; bagaikan masuk ke seluruh aliran darah meruntuhkan dinding-dinding kesombongan dan kecongkakan. Alexa tak mampu lagi menahan air matanya.

Tanpa terasa jarum jam menunjukkan pukul 08.00. ???? ???? ??????? Kalimat itu mengakhiri pertemuan perdana Pak Ahkam dengan anak-anak didiknya. Sosok itu pun menghilang dari balik pintu. Satu menit kemudian tangisan Alexa beserta Gank Style meledak histeris entah apa sebab musababnya. Murid-murid yang lain hanya melongo, menyaksikan kejadian langkah itu.
***

Matahari belum terlalu tinggi, ketika Gank Style seperti biasa pergi ke rumah Alexa untuk melihat koleksi berlian yang ia punya. Mereka juga berdandan khas mereka sendiri. Nien dengan sweater manis. Chintia dengan blus warna putih. Lunnar dengan gaya khasnya, kaos sepak bola dan celana pendek selalu menemani hari-harinya.

?Tok? tok? tok?? Chintia mengetuk pintu depan rumah Alexa. Sambil menunggu Alexa untuk segera membuka pintu, Chintia bertanya pada dirinya sendiri.
?Nanti Alexa pake? baju apa yach ? ?
?Pasti baju baru yang mahal-mahal dech! ? sahut Nien yang dari tadi mengusap-usap buku Kahlil Gibran yang baru saja jatuh.

?And gaul pastinya.? lanjut Chintia.
?Ya iya lah?! Kita kan Gank Style. Ga? pernah ketinggalan zaman.? tambah lunar.
?Tok? tok? tok?? Tangan Chintia tanpa malas mengetuk ketuk pintu. Batin Chintia akhirnya jengkel juga.
?Alexaaa?! Bukain dong.? Chintia dan Lunnar memanggil Alexa.
Tiba tiba pintu terbuka. Seorang gadis anggun dengan senyum lebarnya yang manis berdiri tepat di ambang pintu.
Ya!!! Itu Alexa!

Dia tampak lebih anggun dengan balutan busana muslim yang menutup rapat aurat yang selalu diumbarnya.
?Haa?!?? Nien, Lunnar dan Chintia berteriak hampir bersamaan.
?Assalamu?alaikum.? Alexa mengucapkan salam. Tapi Lunnar masih melongo. Nien masih mengucek-ucek matanya. Dan Chintia tak berbicara sepatah kata pun.
?Assalamu?alaikum.?

Alexa menunggu jawaban dari teman temannya. Alexa pun mengingatkan mereka.
?Hey…! jawab salam itu hukumnya wajib loh!? Bibir mereka mulai terbuka.
?Wa…?a…la…i…kumm… ssa…lam ?. Mereka semua menjawab salam Alexa meskipun dengan terbata bata.
?Elo kok berubah banget sih?? Tanya Nien sambil garuk garuk kepala.
?Jangan jangan elo berubah 100% gara-gara guru baru itu? yang namanya!??

Mereka bertiga berpikir keras.
?Pak Ahkaaam!!!? teriak Nien dan kawan-kawan serentak.
?Astaghfirullah, kalian jangan su?udhon gitu dong. Gue cuma ingin menutup aurat. Bukankah menutup aurat itu kewajiban bagi setiap ummat Rasulullah? Dan ini adalah perintah Allah kan?? Alexa bertausiyah di depan teman temannya.

?Tapi kok nggak dari dulu sih berubahnya?? Tanya Chintia dengan muka nano-nano; asam manis asin.
?Seharusnya sih pengen cepet-cepet. Tapi gue masih ragu. Tapi setelah gue coba ternyata wanita lebih anggun jika menutup auratnya serta mengubah perilakunya menjadi orang yang sholihah.? terang Alexa. Kawan-kawannya mengangguk seakan mengerti.

?Oh ya, masuk dulu yuk ….! ?
Alexa mempersilahkan teman-temannya masuk ke dalam rumah mewahnya. Mata ketiga gadis itu terbelalak lagi ketika melihat suasana rumah Alexa yang berubah 90 drajat. Berbeda sekali dengan seminggu lalu ketika mereka bertandang.
Dulu di setiap sudut rumah lukisan-lukisan karya pelukis ternama terpampang. Tapi sekarang, lafal-lafal kaligrafi menghiasi seluruh sudut rumah Alexa.

Mungkin bukan hanya penampilan Alexa, rumah Alexa ataupun sikap Alexa yang berubah. Tapi hati Alexa juga. Lunar merenungi segala perbuatannya. Ia teringat kejadian tiga minggu yang lalu. Kejadian yang membuatnya merasa sangat bersalah, yaitu ketika Ia melempar bola tepat di kepala Pak Ishaq lantaran Lunar di hukum karena tidak mengerjakan PR.
Hati ketiga gadis itu luluh lantah, mereka ingin merubah diri mereka masing-masing agar menjadi lebih baik.
***

Keesokan harinya.
Jarum jam telah menunjukkan pukul 06.30. Biasanya jam segini Gank Style udah nongkrong di kantin atau kalo nggak gitu, keisengan jadi kegiatan ekstrakulikuler mereka. Dan sudah menjadi rutinitas bagi Gank Style?! Jam-jam masuk sekolah adalah saat-saat tebar pesona. Para murid seperti biasa berjajar dan berbaris menunggu Gank terpopuler itu. Sekedar menghilangkan bosan atau sekadar pengen tau apa yang bakal dilakukan Gank Style. Cowok cowok juga menunggu-nunggu Gank Style lewat tepat di hadapannya. Mereka menuturkan, para anggota Gank Style yang cantik-cantik dan sexy mampu mencuci mata sampai puas.

Suara tapak kaki mulai mendekat. Suara itu makin keras. Semua murid pasang mata. Mereka udah yakin kalon ini suara tapak kaki dari 4 gadis Gank Style. Murid-murid terbelalak. Ada yang garuk-garuk kepala, geleng-geleng kepala, mengelus dada bahkan ada yang sempat sempatnya jatuh pingsan.

Gank Style yang biasanya berpakaian ketat nan sexy kini telah terbalut dengan busana muslim. Kini Gank Style telah berganti menjadi Gank Piety .
Subhanallah…**

Lamongan, 2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *