Nyanyian Angin

Indah Rephi
http://oase.kompas.com/

malam itu cukup puas, aku melihatmu dari kejauhan saja
dengan sedikit sunggingan di ujung bibirku yang kelu
ikhlas
kubiarkan kamu pergi
dengannya?
***

?bapak itu menyeramkan sekali,? gerutuku pas jam matakuliah fisika di siang bolong. ngantuk banget nyonk!.
?makanya, matamu diganjel sm pentolan korek hahaha..? Yuhan ngejek.
?dasar monyet! jangan bilang2 ya.. aku mw molor dulu ?, jawabku smbil kedip2 mata kegenitan ngarep2 bapak itu keselek buku terus batuk2 dan aaaahhh!!
?kuliah sampe disini saja. saya lg keenakan ngelek buku? *kalo ini saya lg menghayal dosen ntu keselek*.
lg enak2nya ngriyip si Toro manggil dari belakang,
?In, nanti pulang bareng yak? aku pengen tau kosanmu dimana ?.
?oh. Okay. mumpung gratis kosanku deket ko. belakang Royal.?
and so on..
***

itulah awal aku bertemu denganmu. bukan bertemu dalam pertemanan tapi dalam kasih. toh semula kita berteman akrab dari awal masuk kuliah, sm2 jadi mahasiswa baru.
Dengan pesonamu itu.. mata yang bagus.. senyum yang menawan dan jemarimu yang lentik begitu indah memetik gitar. cantik.
pada awalnya, aku dan kamu tidak ada garis penghubung untuk berkoneksi antar kepala. karena, aku yang baru saja hijrah dari Lampung ke jogja dan kurang faham dengan bahasa jawa khas jogja walaupun sebenarnya aku berdarah jawa ga jelas. dan kamu. kamu asli jogja.
sering kali kita salah paham. dengan bahasa jawa jogja mu itu.
tapi, sedikit2 aku mulai mengerti.
?ndah, akhir2 ini ko km sibuk banget sih sm HPmu? sk cengar cengir sendirian dikelas kayak orang waras. kan kamu ga waras ndah?, (Yuhan).
?ah itu hanya perasaan dek Yuhan saja! hihihi? ga papa kali Han. aku cuman lg seneng aja ada yg meratiin.? jawabku.
?ah? siapa? km punya pacar nih sekarang? cie..cie?kenalin dong kenaliin..?.
?tanya aja sm Toro, dia tau ko ?. aku cuman cengar cengir dan ngeloyor pergi.
***

pas lg ngerjain tugas Kalkulus. bertiga. kamu, aku dan Yuhan.
?Ro, siapa sih pacarnya indah? katanya dia udah punya pacar sekarang? mosok ga dikenalin.. kata dia km udah tau? (yuhan).
?hehehe? tau ya?? (toro)
?ah kalian itu main rahasia2an segala sm aku. nyebelin banget sih!eh gimana km sm pacarmu disemarang itu? masih lanjut kan? udah 4 tahun lho? (Yuhan)
?oh itu?hmm..? (Toro).
aku kaget sm pertanyaan Yuhan waktu itu dan air muka Toro yang tiba2 berubah.
?ada apa ini?. pikirku.
***

kebodohanku saat itu adalah aku terlalu percaya sm kamu. kamu yang tak mungkin menghianatiku. kamu yang selalu menggandeng tanganku beberapa waktu lalu.
dan aku. aku yang tak pernah bertanya mengapa dan apa kepadamu.
yang ku alami waktu itu hanyalah?selalu tersenyum dan tertawa denganmu. saat itu saja.
kita selalu tertawa dan tertawa.
mengelilingi jogja.
mengenalkanku akan kehidupan jogja dari ujung ke ujung.
nonton band dimana2
ngeband di studio bareng2..
ngerjain tugas-tugas kuliah sama2..
jajan, makan dan keluyuran. setiap hari.
main dari kampus ke kampus, dari perpustakaan ke perpustakaan.
ke masjid sama2?
semua-muanya sama2.. kamu dan aku.
tak lama, semuanya menjadi BLUR.
suatu malam aku menelfon ke hapemu. yg angkat perempuan. aku tak pernah berfikir itu siapa,mungkin kakak perempuanmu. waktu ku tanya, jawabmu hanya, ?salah sambung kali mot,semalem hp aku matiin.?
?Oh..?. aku cuman bs bilang ?oh?.
***

menjelang liburan smester genap, kamu mendadak berubah jadi aneh. km tidak banyak bicara dan hanya menatap wajahku saja. menatap dengan biru.
ketika ku bertanya, ?kenapa??
km bilang.. ?ga papa.. aku sayang kamu?aku takut km pergi?.
?selagi Allah selalu ridho, aku tak akan pergi?. jawabku ketika itu.
keadaan bukannya membaik. tp menjadi tidak jelas.
km semakin tenggelam dalam diammu.
seperti air yang perlahan membeku di dalam freezer lemari es. dingin
aku semakin tak mengerti.
?apa ada yang salah? aku salah? katakan?aku salah?? (aku)
?ga sayang. km ga salah. km dewiku tak pernah membuatku terluka apa lagi berduka. hanya saja, aku terlalu menyayangimu? (kamu)
?kalau begitu.. tersenyumlah padaku?? (aku).
km semakin jauh dariku.
semakin jauh.
bukan jarak.
bukan hati.
aku tak tau apa itu?
dan,
sesaat km menghilang.
aku tak tau km ada dimana..
no called, no sms?s.
***

siang, 12 agustus 2002
kamu datang ketempatku setelah sekian waktu km menghilang.
km memilih bersandar di bangku yang biasa km duduki setiap km mengunjungiku.
?udah makan?? (kamu)
?belum.. belum banyaaak?hehe..? (aku)
?km ga kenapa2?? (kamu)
?nggak? emang kenapa?? (aku)
?nggak, aku cuman kuatir km kenapa2?ga mimisan lagi kan?? (kamu)
?semalem iya,tp cuman dikit ko..sedikiit? ?. (aku)
?banyak2 istirahat ya.. jangan capek2.. nanti anfal.? (kamu)
?ho?oh.. siyaaap paak!!?. (aku)
km terdiam. dengan wajah berduka. ntah apa yg melukaimu.
km sibuk dengan HP mu..ntah apa yg mengusikmu.
km semakin diam setelah menghilang.
dengan ragu2 km mengetik sesuatu di HPmu.
termenung.
diam
dan kembali mengetik.
tiba2 km berkata padaku, ?baca ini ya..?. sambil menunjukkan Hpmu pada ku.
yang isinya..
?sayang, kita putus ya.. maafkan aku?
ntah kenapa ketika membaca tulisan di Hp itu tiba2 lelehan hangat keluar begitu saja dari sudut mataku.
?kenapa?? tanyaku padamu waktu itu.
km hanya menunduk. tanpa jawaban.
yang kubenci darimu adalah km hanya diam dan diam saja. tanpa sedikitpun penjelasan yg km berikan padaku. hanya tanganmu yang bersuara dengan meraih jemariku yang kemudian menampiknya.
hey, inikah dia mahluk tuhan yang bernama laki2? yang memberikan keputusan tanpa penjelasan sama sekali? dan terbiasa dengan tiba2 pergi dan kemudian datang lagi? yang tiba2 terkunci dalam diamnya dan tidak bisa keluar lagi untuk sekedar berseru kepada dunia bahwa dia adalah laki2!?!
aku benci saat2 seperti ini?
dan kamu berpamitan, untuk pergi..
dari tempat ini
dari hati ini.
terimakasih.
terimakasih.
terimakasih. sudah memberikan catatan indah dalam perjalanan hidupku ini.
cerita indah yang hanya beberapa saat saja ku tulis bersama-sama. dengan mu.
***

dua hari kemudian.
?ndah ada tamu.? (temen kos)
?cewek apa cowok?? (aku)
?cewek? (temen kos)
?ya, suruh naik aja ke kamarku ya?aku males turun, tar jadi kurus? (aku).
aku kaget kedatengan tamu disaat2 aku lg pengen sendiri krn patah hati.
ternyata tamu itu?.
?eh km tety? sm siapa?? sambutku, pas ngeliat kepala Tety nongol dari balik pintu luar kamarku smbil cengar cengir.
?sendirian doong ya..? (tety)
?lho, Afan mana? tumben sendirian. belum cerai kan? heheh? (aku)
?dirumahnya.. hehehe?ga dong, aku lg ada perlu sm km. pengen ajak km nginep dirumahku? (Tety)
?oh..emang ada apaan?? (aku)
?nggak..cuman ada something yg pengen aku tunjukin ke kamu.? (Tety)
?apaan?? (aku)
?adaaa aja. eh, si Toro tar malem bandnya manggung lho. km ga nonton to?? (Tety)
?oh Toro.. kayaknya kali ini nggak dulu deh..? (aku)
?ayolaah.. kenapa sih?? (Tety)
?aku sm dia udah putus dua hari lalu. jadi, krn aku habis kesamber petir,aku mw semedi dulu.? (aku)
?nah, ko bs putus?? ayolaaah?? (Tety)
?ga tau, aku tanya dia ga jawab. ya sudah.? (aku)
?ga bilang apa2 sama sekali?? (Tety)
?nggak? (aku)
?walo begitu km ikut ya nonton dia, kasih semangat gitu.. jg bwt temen2 yg lain. udah lah, yg sudah ya sudah, sekarang kalian teman kan?? (Tety)
aku diam sejenak. sepertinya harus mikir berjuta2 kali untuk melihatmu lagi setelah hari itu. dua hari yang lalu. lukaku belum sembuh benar. perih.
tapi, alangkah tidak bijaksananya aku jika aku terus memeram luka ini yg akhirnya menjadi benci yang sangat?
?baiklah.. nginep ditempatmu? mang manggungnya deket2 situ?? (aku)
?iya.. deket ko..? (Tety)
?tapi janji ya, si Toro jangan dikasih tau. dan jangan sampe tau aku ada disitu.? (aku)
?JANJIIIII?.!!? (Tety).
?Okay!? (aku)
setelah siapin segala sesuatunya. baik pakaian, maupun menata hati sebelumnya. menarik nafas dalam2 hingga lega, biar yang tertinggal hanyalah senyuman diwajahku ini saja.
aku siap meluncur?
***

sesampainya di rumah Tety, disana, Afan, Tyo dan temen2 yang lainnya sudah menunggu. aku heran, mereka ga menyinggung tentang Toro didepanku. sepertinya Tety sudah cerita ke Afan terus nyebar ke temen2 yang lain agar mereka bs jaga perasaanku.
namun, selain itu. ada hal lain yang sepertinya mereka sembunyikan dariku.
?ayuk berangkat. indah km di belakang aja ya.. katanya ga pengen Toro liat kamu? (afan)
?okay!? jawabku smbil garuk2 kepala.
pasukan bodrex berangkat. melaju?
bukan ke medan perang tp nonton band.
dan? di tigaperempat perjalanan, sepertinya aku melihat kamu.
ya, motormu itu yang aku hafal benar. tapi, siapa orang yang ada di belakangmu?
motormu melaju kencang hingga mataku tak awas melihatnya.
aku abaikan.
barangkali itu kakakmu.
setelah sampai di lokasi. aku dan temen2 ngambil tempat yang sdikit berjarak dari panggung. sedangkan temen2 lainnya menyusulmu ke balik panggung. bersiap memainkan instrumen2 bersamamu.
tiba waktunya.
km muncul di panggung. dengan gitar kesayanganmu itu.
bersama temen2 yang lain. memainkan lagu Deep Purple. yang kamu tau benar itu lagu kesukaanku. lagu yang juga sering kita dengarkan bersama2.. dalam hati.
ingin rasanya aku berlari. mendekat padamu.
bahkan mungkin memelukmu erat2. saat itu saja.
tapi, bumi sepertinya menahan kakiku untuk tetap berada dalam pijakkanku. tak bergeming.
lagu itu melantun indah, di hatiku. perih. karena ketika mendengarkannya bersama2, dulu, kita dalam tawa. aku ingat itu.
tapi, seusai lagu itu km mainkan dan hendak beranjak pergi dari panggung. seorang garis berbadan mungil menghampirimu dan memelukmu. oh, siapa dia?
aku tak ingin tau dan tak mau tau siapa dia. toh aku dan kamu sudah selesai. sudah berakhir. tak pantas jika aku tiba2 datang menghampirimu lalu mencak2, marah2 dan mengatakan bahwa kamu menghianatiku. dmana harga diriku jika aku melakukan tindakan bodoh itu?

dari kejauhan.
aku menatapmu?melihatmu dibalik biruku.
dari kejauhan,
airmata ini meleleh tertahan di sela pori2 kulit wajahku. hangat.
kemudian, tanpa sadar, ku lambaikan tanganku ini ke arahmu.
kamu melihatnya. dan menyadari kehadiranku disana.
aku melihat, betapa keterkejutan terlukis sangat jelas diwajahmu. sorot sedih yang terpancar dari matamu, seakan berkata, ?maafkan aku sayang??.
aku sudah memaafkan sejak km ukir hatiku dengan sembilu. aku maafkan.
aku tak tahan. bukan kecemburuan, tp kepedihan. kenapa aku tak pernah menyadari bahwa km ada bukan untukku saja. ada gadis lain yang juga bersandar padamu. aku berlalu, kamu pun berlalu. meninggalkan titian yang pernah kita pijak bersama-sama. dalam tangis dan tawa. kini aku harus berdiri sendiri tanpa sandaran itu.
aku ikhlas.
pergilah
berbahagialah..
jangan kuatir, aku akan selalu tersenyum.
kepadamu, kepada mereka,
kepada dunia.
***

hanya sekedar untuk berefleksi?
terimakasih sudah menjadi angin dalam hidupku. tanpamu, aku tak akan menemukan matahariku.

agustus 2002,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *