Lirik Lagu Egois

Kavellania Nona Pamela
http://www.facebook.com/people/Kavellania-Nona-Pamela/1050689486
Catatan penulisan: sekali lagi hanya cerpen iseng

?Nona saia punya lagu yang cukup egois.? Itu kata Ichi ketika saya iseng berkunjung ke kosnya. Saya sedang rada bete pada suasana kantor. Sebenarnya kantor mah emang dah sering buat saya bete dengan berbagai tumpukan kerjaan yang serba deadline. Tapi yang paling membuat saya dongkol setengah mati ya.. itu sifat posesif dan curigaan Aa terhadap saya. Sifat itu tidak pernah sembuh walau sedikit.

Saya lihat Ichi sedang senyam-senyum enggak jelas kayak orang gila di depan Komputer dengan sebuah gitar didekapnya. Saya menghampirinya dan duduk di kasur sebelah meja dan kursi yang sedang Ichi duduk. Saya penasaran apa yang dimaksud dengan lagu egois itu.

Tanpa diminta Ichi mengenakan saya headset dan beberapa detik kemudian saya mendengarkan lagu. Saya hanya terdiam untuk mendengarkan. Lirik demi lirik membuat saya benar-benar tersentak, tanpa sadar saya menghayati lagu itu. Saya sudah tidak memperhatikan Ichi lagi, tampaknya ia memahami saya sedang masuk dalam lagu itu.

Jangan kau coba menantang aku
Usah coba buktikan betapa aku
Mencintaimu
Menyayangimu
Cukup aku tahu

Jika kau tanyakan inilah arti dari kehadiranku
Cukuplah sekali, Sayang
Perlahan kubosan

Cukuplah aku ada di harimu (jangan tanyakan)
Cukupkan aku di pelukan rindumu (jangan tanyakan)
Tetap kataku
Semua janji
Usahlah engkau uji

Saya benar-benar tenggelam. Lagu ini memang cocok untuk saya kasih ke Aa atas sifat posesifnya dan ketidakpercayaan dia terhadap jejak langkah yang saya tapaki. Saya bosan dan muak kalau saya harus membuktikan lagi betapa saya sangat mencintai dia. Apa tak cukup dengan saya menuruti semua perkataan dia, dengan saya berusaha untuk tidak tebar pesona pada cowok lain apapun bentuknya, dan dengan saya setiap hari sms dia, menunjukan betapa saya perhatian sama dia.

Saya akui saya memang tidak bisa romantis untuk meyakinkan dia, betapa saya mencintai dia, dan betapa saya menginginkan dia untuk menjadi pria satu-satunya yang akan melewati lika-liku kehidupanku hingga saat lanjut usia nanti, hingga saat hanya kematian yang bisa memisahkan kita. Saya lelah harus bertengkar terus hanya karena masalah keraguannya akan rasa yang saya miliki.

?Non, gimana lagunya? Egois kan?? Ichi mengguncang-guncangkan bahu saya hingga saya terkejut setengah mati dan memandang kesal ke arah dia sambil membuka headset dan meletakannya di atas meja. Sementara Ichi hanya tersenyum mesem-mesem.

?Iyak egois untuk cowok posesif semacam Aa!!? Sungut saya kesal.

?Berarti sama donk kalo kamu juga cuek kayak saia sama?.?

?Itu mah kamu emang cuek banget kaleee. Wajar kalo kamu bilang ini lagu egois.? Potong saya sambil mengambil gitar dari dekapan Ichi. Lalu saya genjreng-genjreng gak jelas. Niatnya sih pengen nyanyi lagu ?Jangan Beri Tahu Niah? tapi urung saya lakukan. Saya gak tahu kunci gitarnya, saya cuma tahu kunci gembok rumah ecara saya gak bisa maen gitar.

?Yeee yang bilang bukan saia tapi ntuh si Ran ahak ahak hak?? Sepertinya Ichi sedang keselek pake ahak ahak segala. Tapi bodo amatlah Ichi memang sudah sering keselek atau dia punya asma yang dikumat-kumatin jadi kesannya kayak dia lagi bengek.

Terlepas dari seringnya Ichi berbengek ria, diam-diam saya kagum sama adek saya yang atuk ini. Walaupun dalam memecahkan kasus dia lebih oon dari Kogoro mouri tapi dia punya susunan bahasa yang oke kalo lagi nulis cerpen en lirik lagu.

?Emang sama Aa kenapa lagi seh? Perasaan baru kemaren deh kalian bermesraan ria di depan khayalak publik infotaimen.?

Saya mendengus kesal, ?Saya enggak tahu saya salah apalagi sama dia. Lagi-lagi dia mengungkit-ungkit rasa saya atas Kiyo padahal kamu tahu sendiri saya kagak pernah selingkuh sama dia.? Cerocos saya.

?Ahak ahak hak? lanjoot.? Lagi-lagi dia keselek.

?Saya cuma capek.? Ucap saya lirih sambil tertunduk lesu.

?Capek? Yaudah kamu bobok ajah di sini. Saya keluar. Eh jangan? jangan? nanti kamu malah dituduh selingkuh sama saya lagi ato nanti Ran sewot sama kamu ato?..?

?HALOWWWW SIAPA JUGA YANG MAU TIDUR DI SINI!!!!!? bentakku dongkol, ?saya juga ogah tidur di sini secara saya tahu setiap kamu tidur ntuh pasti ileran. Bauk tauuukkkk. Najis, jijay, bajayyyyy?.?

Ichi ngakak puas. Sepertinya dia lupa sama bengeknya. Syukur deh. Saya akhirnya bangun dan langsung memohon diri untuk balik ke kantor. Tapi baru beberapa langkah saya balik lagi.

Ichi heran menatap saya dan oh no lagi-lagi dia keselek tapi tak apa sudah biasa. ?Ahak ahak ada apa, Non? ahak ahak.?

?Lirik lagu yang tadi mana?? Tanya saya.

?Ini.? Ichi menunjukan selembar kertas, saya langsung mengambil kertas itu dan langsung pergi meninggalkan Ichi yang sedang melongo menatap minggatnya saya.

Cirebon, 25 Februari 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *