Puisi-Puisi Hari Leo

http://sastrakarta.multiply.com/
MATI WAKTU

Mati
Waktu
Di pundak
langit menghempas
sarat beban
tangis diri dicaci

Anak laut
Jadi takut ombak
anak gunung jadi takut kabut
anak hutan takut arah
anak kini takut mati

Kemana
ibu bisa disebut?

YOGYA 2007

BATU DIAM

Diam
batu ku pahat
wajah manis sepi sendiri
ragu aku menyapa
mimpi berulangkali
bertanya
siapa?

YOGYA 2007

PINTU MATI

Ia ingin pulang
tapi ia sendiri lupa dimana pernah tinggal
jalan jalan yang pernah dilewati
tidak lagi janjikan kapan bakal sampai dan kembali
yang ia ingat hanyalah sungai kecil dengan air bening
membelah jalan menuju pintu mati
itu saja belum cukup bagi dirinya untuk arah pedoman
Ia mati dalam kehidupan
tapi ia tetap hidup dalam kematian

Batu batu adalah singgasana keramat
dinding dinding adalah batas pandang
Ia tinggalkan rumah menuju taman bunga
sebelum ia sampai pada tempat yang dikehendaki

Ia ingin pulang
tapi ia merasa bodoh dalam pijakan
tidak ada lagi matahari yang memancarkan cahaya jingga
bagi hidup dan alam keterasingan
lalu iapun pilih diam
digenggamnya keterbatasan dan keberadaan semu
lalu iapun pilih diam
menimbang ada dalam ketiadaan

Ia ingin pulang
entah sampai kapan?

?91

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *