“Simpenen” Puisi Penggeli Hati

ILenk Rembulan
http://oase.kompas.com/

Sebagian masyarakat pasti berpikiran bahwa puisi terdiri dari kumpulan kata yang penuh makna, kesan metafora dan njelimet bahkan sebagian berkata bahasa dewa atau bahasa Jiwa. Namun ditangan Slamet Widodo, puisi berubah menjadi lebih rileks, kadang menabrak pakem juga terkesan lugu dan lucu dalam menangkap fenomena social di lingkungan sekitar masyarakat kita.

Di samping itu keberanian Slamet Widodo dalam menelanjangi diri, saru, melecehkan,mengolok-olok kepalsuan seperti kata Butet Kartaredjasa dalam pengantar buku kumpulan kali ini yang diberi judul SIMPENAN, membuat puisi-puisi Slamet kelihatan lain tak seperti pada umumnya puisi yang kita kenal.

Buku setebal 160 halaman berisi 37 buah puisi ini bercerita perilaku kaum perempuan yang mendominasi cukup banyak dalam beberapa puisinya, tentang politik juga lingkungan berhubungan dengan pemanasan global, pohon kapuk bahkan tentang Ryan sang pemubunuh berantai yang menggegerkan tempo hari, juga ada puisi nasehat.

Puisi-puisi Slamet panjang dalam bait maupun kalimat per baitnya, namun tidak membosankan, karena walau kesannya ringan dia menyusun juga ada rima, dan kelucuan-kelucuan yang ditimbulkan akibat susunan katanya.

Saya kutipkan penggalan sajak SIMPENAN yang terdiri 23 bait,
Simpenan
Disimpen penak tenan
Itu kalau tak ketahuan
simpenan
disimpen pahit tenan
itu kalau apes ketangkap tangan
lebih berat dari disidik KPK beneran
seperti digebud lima preman
dikuliti habis tinggal tulang
mampus lu!

Dalam menceritakan wanita malam atau PSK, Slamet membuat semacam perbandingan, yaitu asal PSK itu darimana
Penggalan sajak berjudul Kupu-kupu malam jalanan
Bait I :
namanya Halimah
kalau di-halo sekali mlumah
asalnya dari Wonogiri
ibunya pelacur
bapaknya germo
(dan ia kupu-kupu malam)
Bait terakhir :
Halimah perempuan jujur
jadi pelacur
nasibnya tak mujur
sampai jasadnya terbaring di liang kubur
Jakarta 26 oktober 1988

Bandingkan dengan sajak Kupu-kupu malam Gedongan
Bait I :
namanya Callibah
kalau di-call seketika rebah
bapaknya direktur beristri banyak
ibunya wanita karier suka serong
ia anaknya kupu-kupu malam
Bait Terakhir :
Callibah
perempuan makmur jadi pelacur
waktu muda mujur
saat tua hancur
Jakarta, 8 November 1988
Di sini Slamet seperti memberikan pembaca semacam kabar bahwa pelacur itu datangnya tidak dari latar belakang misalnya germo atau pelacur itu sendiri, namun bisa juga datang dari kalangan terhormat, direktur atau wanita karier, kalau mereka tidak pandai menjaga harta titipan dari Yang Maha Kuasa, ya jadinya sama ?sama tergelincir.
Ada juga puisi tentang bumi seperti Hijau Rumahku, Hijau Bumiku, Pemanasan Global, Kapuk Jawa. Saya tertarik dengan bait dalam puisi berjudul Kapuk Jawa.
Kutipan bait terakhir,
Di Kudus, Pati, dan Jepara pada zaman colonial dulu
di mana saja kita bertemu pohon kapuk randu
kapuknya dikenal seluruh dunia
kerna salah kelola
kapuk randu sekarang merana

Coba kalau pohon Kapuk itu masih ada sampai sekarang, rasanya tidur bisa tetap pulas, tetapi yang dialami sekarang semuanya serba polyester, padahal bahan ini cocoknya di Negara sub tropis atau Negara 4 musim, kalau itu dipakai di Indonesia, ya begini keringatan bikin biang keringat.

Ada lagi puisi lucu , judulnya Kegemukan. Puisi ini ditujukan bagi perempuan yang merasa gemuk pengen langsing.

Saya kutipkan satu baitnya,
wanita sangat
haus kelangsingan
pengorbanan sering tak diperhitungkan
ada yang diet harimau
itu lho makan daging doing
ada yang diet kambing
itu lho makan daun dan buah doing
ada diet dua tiga
makan dua kali
beol tiga kali
karena kelewat nafsu
penyakit maag menerjang
masuk rumah sakit
tertelentang

Ada lagi judulnya Puisi Tengah Malam, isinya cuman tulisan ?sateeeeeeeeeeeeeeeeeeee?.
Seperti membawa Pembaca pada tengah malam, biasanya tukang jual sate menawarkan dagangannya, bisa jadi tereakan ini dijadikan puisi.
Dari sebagian besar puisinya, ada satu puisi yang bagi sebagian mungkin terkesan seronok, namun ya itulah Slamet Widodo, meramu kata dengan apa adanya tanpa tedeng aling-aling. Judulnya Susu. Dengan empat kata ini, pasti ada banyak imajinasi pembaca soal pengertiannya. Hayoooo!

Bogor, 25 april 2010, sambil minum susu low fat takut kegemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *