Cecilia dan Malaikat Ariel: Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi

Sumber: Surabaya Post, 21 Maret 2009.
Peresensi: Endang Sampurna N
Penulis: Jostein Gaarder
Penerbit: PT Mizan Pustaka, Bandung
Cetakan: I, Desember 2008
Tebal: 210 halaman
http://forum.um.ac.id/

Jostein Gaarder adalah seorang guru filsafat. Karenanya dia sangat menyukai filsafat. Karya-karyanya senantiasa berkaitan dengan filsafat. Penulis kelahiran Norwegia tahun 1952 ini menulis sejumlah novel antara lain The Solitaire Mystery (1990), Sophies World (1991), Through a Glass, Darkly (1993), Bibbi Bokkens Magic Library (1993), Maya (1999), The Ringmasters Daughter (2001), dan The Orange Girl (2003). Semua novelnya itu bertema filsafat.

Terbukti, Gaarder juga sorang penulis novel yang piawai. Kepiawaiannya itu telah berhasil mengubah kesan filsafat yang rumit, sulit, menakutkan, menjadi mudah dicerna dan menyenangkan. Membuka halaman novel-novelnya pembaca seperti diajak mengarungi jeram yang mendebarkan, mengasyikan, dan ingin segera menuntaskan sampai halaman terakhir. Pembaca tidak terasa kalau sedang menyelami inti filsafat, yakni mempertanyakan jati diri manusia.

Hal-hal itulah yang menjadi rahasia buku-buku karangan laki-laki yang pernah mendapat anugerah Norwegia Literary Critics ini diminati banyak pembaca sastra dan filsafat. Buku keduanya, di Indonesia diterjemahkan menjadi Dunia Sophi (Mizan, 1996), hingga kini telah diterjemahkan dalam 53 bahasa dan terjual 30 juta copy. Demikian halnya dengan novel-novel sesudahnya laris manis di pasaran.

Kalau Dunia Sophi berbicara filsafat layaknya sejarah filsafat yang panjang dengan menampilkan fase-fase munculnya ilmu filsafat serta tokoh-tokoh yang menyertainya. Buku ketiga yang baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia tahun 2008 dengan judul Cecilia dan Malaikat Ariel: Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi oleh penerbit Mizan ini, berbicara filsafat lebih khusus pada pertanyaan-pertanyaan penciptaan manusia dan bumi tempatnya berpijak, serta menyelami makna surga.

Seperti pada Dunia Sophi, novel ini juga mengetengahkan karakter anak muda. Sebuah pilihan yang tepat karena masa muda adalah masa pencarian jati diri. Maka dalam tinjauan psikologi tokohnya memungkinkan untuk menyelami filsafat dari ketidaktahuannya.

Sang tokoh, Cecilia Skotbu namanya, adalah gadis remaja berambut panjang. Suka menulis buku harian dan mempertanyakan segala sesuatu di sekitarnya. Pada saat Natal tiba dia sedang sakit, yang mengharuskannya berdiam diri di kamar. Pada malam natal yang sunyi itu tiba-tiba ada sesosok makhluk muncul di depan jendela. Teka-teki itu menjadi mengejutkannya ketika sosok itu memperkenalkan diri sebagai malaikat bernama Ariel.

Cecilia dan Ariel saling ingin mengetahui dunianya masing-masing. Ketika Cecilia menanyakan rahasia Ariel dapat menembus tembok, bisa melayang-layang, dan bisa berpindah tempat secepat ucapannya, Ariel mengajukan syarat, Kau harus memberitahukan kepadaku rahasia Bumi. Dari kesepakatan ini dialog panjang tentang bumi dan surga dimulai.

Pada dialog pertama Cecilia merangkum tentang kehadiran manusia dalam catatan hariannya, Bukan kita yang datang ke dunia. Dunialah yang datang kepada kita. Terlahir sama artinya dianugerahi seluruh dunia ini. (hal. 67-68)

Novel ini makin imajinatif ketika Cecilia diajak Ariel terbang mengunjungi tempat-tempat yang tak mungkin dijangkau oleh kondisi tubuhnya yang sakit. Namun, sesungguhnya indra dan pikiran manusia bisa menembus apapun, seperti malaikat dapat menembus ruang dan waktu tanpa merusaknya.

Suasana, setting, karakter yang berbeda sublim dengan tema besar yang dibebankan kepada novel ini. Sehingga khotbah-khotbah didalamnya tidak menggurui pembaca, melaikan memberi pengalaman batin yang kuat. Masalah-masalah manusia dan buminya berpijak yang rumit dan keberadaan surga menjadi tidak berjarak dengan pembaca melainkan menyelinap lewat perasaan-perasaan tokohnya.

Akhirnya, novel ini tetap menarik dibaca oleh remaja, peminat sastra, peminat, budaya, peminat agama juga peminat filsafat.

*) Peresensi adalah seorang guru dan peminat sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *