Bintang Bersinar di “Dunia Gadungan”

Judul: Micheal Jackson, Ketika Derita Mengabadikan Cinta
Penulis: Achmad Mufid AR
Penerbit: Galery Ilmu, Yogyakarta
Cetakan: Juli 2009
Tebal: 108 halaman
Peresensi: Miftahul A’la
http://suaramerdeka.com

MICHAEL Jackson meninggal hari Kamis 25 Juni 2009 namun masih menyisakan kesedihan di belantara musik dunia. Di balik kepergiannya, sosok yang ditabalkan sebagai ?King of Pop? ini menyimpan berbagai misteri. Hingga detik ini, penyebab kematiannya masih samar-samar.

Mungkin hanya “segelintir” orang yang mengetahui secara mendalam siapa dan bagaimana kisah hidup Micheal Jackson. Ada banyak kisah tentang dia, namun tercecer di dunia maya. Cerita-cerita itulah yang kemudian dikumpulkan dalam buku ini.

Tak pelak, Jacko hadir kembali secara utuh di tengah-tengah kesedihan penggemar. Ada banyak kisah suka-duka dalam buku ini. Sejak awal meniti karier di dunia musik, kisah percintaan, masa kejayaan. hingga detik-detik menjelang kematian.

Michael Jackson lahir 29 Agustus 1958 di Gary, Indiana, Amerika Serikat sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Jacko telah menyerahkan seluruh hidupnya bagi industri pop. Awal keterlibatanya dimulai sejak usia 6 tahun. Dia bergabung dengan saudara-saudaranya (Jackie, Tito, Jermania, dan Marlon) dalam kelompok Jackson 5.

Karier Jacko dari tahun ke tahun merambah dan merajai dunia musik. Tahun 1982 kariernya melesat bagaikan meteor setelah berkarier secara solo bersama produser Quincy Jones dengan melahirkan Thriller. Album terlaris sepanjang masa. Dia juga meraih berbagai penghargaan, antara lain Guinnes World Record termasuk Thriller sebagai album terlaris di dunia, 13 Grammy Awards, 13 singgel nomor 1 dalam solo kariernya hingga penjualan 750 juta keping di dunia (hlm 23).

Tahun 1994 Jacko menikah dengan Lisa Marie Presley, namun hanya bertahan 19 bulan dan tanpa anak. Tahun 1997, dia menikah dengan perawat Debbie Rowe dan memiliki seorang anak. Namun pernikannya kandas. Tahun 1999 mereka sepakat bercerai.

Michael Jackson tidak hanya melahirkan terobosan dari segi musik dengan campuran pop, R & B, rock, dan soul, tetapi juga melumerkan batas antara musik dan presentasi video. Pada diri Jacko, keduanya hadir bersamaan dan sangat memukau.

Perjalanan karier sejak dini hingga sampai ke tahta “King of Pop” bukan tidak menuntut bayar dari Jacko. Industri perlahan tapi pasti mengadopsi Jacko menjadi ?anak kandung?. Ia makin terkenal dan berkilau, Dia menjadi bagian dari kebudayaan pop selama empat dekade.

Gemerlap dan manipulasi citra dunia indutri pop itulah yang secara tidak langsung telah membawanya ke dalam dunia gadungan: nyata dan tidak nyata tak lagi terbedakan. Demi mempertahankan ketenaran, dia merelakan wajahnya dipermak. Bahkan kulitnya juga dipermak menjadi lebih putih. Setelah operasi itulah dia menderita gangguan seksualitas sehingga sering berurusan dengan pengadilan.

Dalam kehidupannya, Michael Jackson termasuk orang terkaya di dunia. Total penghasilannya dari royalti rekaman solo, video musik, serta konser dan sumbangan diperkirakan lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar 5 triliiun rupiah.

Ironisnya, kepergian Jacko tidak hanya meninggalkan kekayaan dan popularitas, namun juga mewariskan utang 5,13 triliun lantaran gaya hidup jetset dan superboros.

Hampir semua orang meratapi kepergian “King of Pop”, terlebih menjelang konser terbesar Juli 2009. Namun begitulah kehidupan. Sebuah perjalanan panjang yang penuh keserbamungkinan rahasia kehendak Tuhan. Pagi tertawa siang tiada, baru makan bersama sejam kemudian koma untuk selamanya. Sore baru pulang kerja dan malam ajal menjemput.

Michael Jackson telah pergi untuk selamanya. Namun kontribusi dan prestasinya di dunia musik dunia tidak akan pernah terlupakan dan abadi dalam sanubari setiap penggemarnya.

*) Penulis jackomania dan pecinta buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*