Imron Tohari

Airmata itu menari-nari mencari ruang Maha layaknya angin yang bertiup, melayuk, membelai dedaun di ruang-ruang jumantara. Dan langit terang jua adanya murai berkicau di pucuk-pucuk cemara, pun entah di mana kicaunya lesap kala kelam menggulat alam, seperti saat tubuh-tubuh tak lagi berpeluk, bibir-bibir tak lagi berkecup, kesendirian mengantar tangisan kekasih. Masihkah burung merak bisa membanggakan bulu-bulu indahnya? Sedang para pemburu terbuai nyanyian perdu peri-peri hutan.

O, jangan pertentangkan lagi kelahiran dan kematian. Seperti halnya keramaian juga keheningan, begitu pula kelahiran dan kematian tak seharusnya merapuhkan asa. Lihat saat anak-anak ayam mulai mencicit, suara cicitnya adalah penghambaan pada induknya untuk selalu memberikan kehangatan. Keheningan itu kehidupan, ulat yang bermetamorfosa pada kepompong, lalu moksa berubah menjadi kupu-kupu, Dan tidak seharusnya tangis seperti batu bisu, karena hanya kesiaan bila tangis hati sebisunya batu?

Duhai wahai roh jiwaku, dengarkan nyanyian alam, sekalipun hening pada diam, nada masih bersimfoni lahir dari seruni sebuah gubuk di tengah sawah yang lapang.

Dalam langit mendung bahkan di sebalik awan selalu ada sinar menyapa. Lalu mengapa dan bagaimana kamu bisa bilang hanya ingin melihat dari balik langit cerah saja? Sedangkan denting detik pun bisa menemani dalam detak yang retak.

Duhai wahai roh jiwaku, jika ingin jadi pecinta, kaupun harus siap bercumbu dengan kesakitan-kesakitanmu, seperti Hafiz yang tetap tegar saat jiwa raganya dibakar apicinta, dan tak seorangpun pecinta yang bisa melarikan diri dari gelisah karena cinta, seperti itulah yang diungkapkan Hafiz, jadi jangan tanya pada cinta atas kebenaran cinta, bukankah cinta yang sebenarnya ada di dasar kedalaman lautan hati, dan perlu ribuan mil baginya untuk muncul kepermukaan pada wujudnya yang tak tersentuh, kecuali aksara-aksara tanpa kata menyenandungkannya pada rasa. Dan jikalau itu telah sampai, seperti halnya matahari mencumbui hujan lalu lahir pelangi tujuh rupa, aku pun ingin menyemai benih-benih cinta di ladang Kekasih!

30.11.10

ju?man?ta?ra kl n awang-awang; langit; udara
Hafiz: nama lengkapnya Khwajah Hafiz al Sirazi adalah seorang Sufi Penyair yang terkenal dari negeri Iran (1316-1390 M).

Categories: Prosa