Sajak-Sajak Edi Purwanto

http://www.lampungpost.com/
Pulau Pisang

Di manakah
cerita tentang kilau emas
cengkih-cengkih itu?
Tembakak
bawalah mereka kembali
pada kami
dan menjadi sekuel cerita
pulau ini!

Lampung Barat, Maret 2010

Yang Hilang di Atas Pesisir

tanah ini tak lagi damai untukmu
batang-batang damar
menangislah
menangislah dengan suara tenor begitu rupa
sebab terlalu berat beban yang kauderita
ucap salam bagi laut, pantai, dan angin senja
bahwa kau tak lagi ada

Lemong, 2010

Sajak Rumah Panggung Tua

masuklah ke dalam rumah panggung
surga tempat menyemai benih kasih
dengan lukisan berlatar pelangi
di sinilah lima penerus silsilah hadir
teruskan sisa hidup dunia
masuklah ke dalam rumah panggung
meja, kursi, dan dindingnya yang setia
adalah saksi perjalanan waktu yang semakin letih
sedang pintu dan jendela
masih terbuka
bagi burung-burung dan angin senja

Lemong, 2009

Lelaki Penikmat Senja

Adalah lelaki yang setia nikmati senja
sebab hanya padanya aku dapat belajar menjadi setia
serupa kedatangannya yang tak pernah alpa
Tak seperti engkau yang selalu lupa pada ikrar dan kata
Semisal dulu pernah kaukata
“Kita adalah sepasang kupu-kupu bersayap indah
yang mengisi taman nirwana
hingga senja tiba
dan maut memisahkan kita.”

Way Tenong, 24 Maret 2010

Jika Hujan adalah Amsal

sebaris hujan yang turun mengasah rindunya
pada bumi sore ini
dapatkah kau memaknainya?
ia adalah serupa bunda yang rindu
pada anaknya yang lama berlayar
serupa bayi yang menghiba pada puting
yang lama tak singgah di mulutnya
serupa gadis yang kasmaran pada lelakinya
ataukah
serupa pula dengan aku yang selalu ingin bercinta dengan-Mu

Way Tenong, Maret 2009

Kehilangan Silsilah

ke manakah mesti kucari silsilah?
setelah para leluhur tinggalkan nama
di atas nisan
kata-kata sapaan: tamong, kajjong, andung, datuk
hanyalah nostalgi sejarah
yang masih tercatat dalam kitab-kitab
dan mungkin kan mati
malam nanti

Lampung Barat, April 2010

——–
Edi Purwanto, lahir di Sindangsari, Natar. Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Lampung. Saat ini mengajar di SMAN 1 Way Tenong, Lampung Barat, dan bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.