Home | Login

Sastra-Indonesia.com

Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)

  • [PuJa]
  • Archives

    • February 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • November 2011
    • October 2011
    • September 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • June 2011
    • May 2011
    • April 2011
    • March 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • August 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
    • March 2010
    • February 2010
    • January 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • July 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
  • Recent Posts

    • Membaca dan Menulis Kartini
    • Cina, Sastra Jawa dan Oei Tjhian Hwat
    • RPA Suryanto Sastroatmodjo: Kematian Terindah Pejuang Budaya
    • Antara Gajah Mada dan Rahwana
    • Drama dan Opera Chatterton
  • Blogroll

    • BOEMIPOETRA JURNAL
    • buletin sastra P A W O N
    • CABIK LUNIK
    • Media Dunia Sastra
    • Media Sastra Indonesia
    • Media Sastra Jatim
    • Media Sastra Nusantara
    • Pembebasan Sastra
    • Puisi-Puisi Indonesia
    • PUstakapuJAngga.com
    • R. Ng. Ronggowarsito
    • Radio Persada Fm Lamongan
    • Sajak-Sajak Pertiwi
    • Sastra Gerilyawan
    • Sastra Pembebasan
    • Sastra Pemberontak
    • Sastra Perlawanan
    • Sastra Pesantren
    • Sastra Tanah Air
    • Suryanto Sastroatmodjo
    • World Letters
  • A. Qorib Hidayatullah Abdul Aziz Rasjid Ahmadun Yosi Herfanda Asarpin Bandung Mawardi Beni Setia Berita Binhad Nurrohmat Budaya Cangel Canting Caping Cerpen Damhuri Muhammad Denny Mizhar Edisi Khusus Esai Fahrudin Nasrulloh Goenawan Mohamad Hudan Hidayat Imamuddin SA M.D. Atmaja Mahmud Jauhari Ali Maman S. Mahayana Marhalim Zaini Mashuri Nurel Javissyarqi Prosa Puisi Putu Wijaya Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Resensi Revolusi S. Jai Sabrank Suparno Sajak Sastra-Indonesia.com Saut Situmorang Sejarah Sihar Ramses Simatupang Sunaryono Basuki Ks Suryanto Sastroatmodjo Sutejo Wawancara

    WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.

  • Visitor


    • widget
  • Visitor Locations

    Locations of visitors to this page

  • Ketika “Bumi Manusia” Disandingkan Dengan “De Stille Kracht”

    Posted by PuJa on February 28, 2011

    Prita Riadhini (Christina Dewi Elbers) http://www.rnw.nl/ Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan De Stille Kracht karya Louis Couperus sama-sama menceritakan Indonesia di zaman Hindia Belanda. Bumi Manusia mengangkat pandangan pengarang Indonesia, sedangkan De Stille Kracht dari kacamata orang Belanda. Christina Dewi Elbers yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, membandingkan [...]

    Filed under: Canting

    Jejak Penyair: Udo Z. Karzi

    Posted by PuJa on

    Pewawancara: Sazano puitika.net, 18 Mei 2006 Udo Z. Karzi, lahir 12 Juni 1970 di Liwa, Lampung Barat. Menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (1996). Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa Teknokra (1993-1994), Pemimpin Umum Majalah Republica (1994-1996), dan Pembimbing Majalah Ijtihad (1995-1998). Banyak menimba pengalaman [...]

    Filed under: Canting

    Kesenian yang Kurang Perhatian

    Posted by PuJa on

    Anton Kurniawan* Lampung Post, 29 Juli 2006 Cahaya remang-remang dari lighting yang cukup sederhana, kursi, dan layar berwarna hitam tampak di ruangan berukuran sedang yang dipenuhi sekitar 50-an orang. Asap yang berasal dari rokok para penonton perlahan merayap memenuhi ruangan, menjelma kabut. Di antara para penonton tampak beberapa penyair yang sudah amat dikenal dalam dunia [...]

    Filed under: Esai

    D ZAWAWI IMRON, Dari Madura Menemukan Indonesia

    Posted by PuJa on

    Editor: Jodhi Yudono Ilham Khoiri http://oase.kompas.com/ D Zawawi Imron, penyair asal Madura, Jawa Timur, itu sudah lama mengembangkan puisi modern yang bertolak dari khazanah budaya tradisional Pulau Garam itu. Tak hanya memperkaya ekspresi seni sastra modern Indonesia, karya-karyanya yang memuliakan kemanusiaan juga diapresiasi dunia internasional.

    Filed under: Canting Comments Off

    Dicari: Sastra(wan) Kalteng!

    Posted by PuJa on

    Udo Z. Karzi* Borneonews, 4 Agus 2008 SUDAH lama memang saya bertanya-tanya, adakah sastrawan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Teman-teman bilang ada. Namun, siapa, tidak ada yang bisa menyebutkannya. Sama saja ketika Temu Sastra se-Kalteng, 18 Juli 2008 lalu, Kepala Kantor Bahasa Kalteng Puji Santoso menyebutkan Kalteng baru memiliki tiga sastrawan yang dikenal publik. Lagi-lagi [...]

    Filed under: Esai

    Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma

    Posted by PuJa on

    S. Jai * Radar Surabaya, 21 Nov 2010 SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan. Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, [...]

    Filed under: Esai

    “Autopoiesis” Takdir

    Posted by PuJa on

    Nirwan Ahmad Arsuka http://nasional.kompas.com/ Sutan Takdir Alisjahbana menarik karena segugus paham yang diperjuangkannya. Paham-paham tersebut menjadi memikat bukan hanya karena bergetar dalam diri STA, tetapi karena paham-paham tersebut ternyata sungguh punya dasar yang kukuh dan jangkauan yang jauh. Yang paling berharga dari pemikiran STA tampaknya adalah prinsip autopoiesis, penciptaan dan pelampauan diri entitas, yang diterapkan [...]

    Filed under: Esai

    Lewat Puisi dan Prosa

    Posted by PuJa on

    Mengenang 100 Tahun Kelahiran Sutan Takdir Alisjahbana Susianna http://www.suarakarya-online.com/ Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, almarhum Sutan Takdir Alisjahbana yang akrab disebut STA atau Takdir masih tetap dikenang. Almarhum meninggalkan warisan sejumlah karya dan pemikiran, khususnya di bidang bahasa, sastra (esai. Novel/roman dan puisi), kebudayaan, filsafat, pendidikan dan pengetahuan pada umumnya.

    Filed under: Canting

    Next Page »

    ©2008-2011. Sastra-Indonesia.com. By PUstakapuJAngga.com. All rights Reserved