Ketika “Bumi Manusia” Disandingkan Dengan “De Stille Kracht”

Prita Riadhini (Christina Dewi Elbers)
http://www.rnw.nl/

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan De Stille Kracht karya Louis Couperus sama-sama menceritakan Indonesia di zaman Hindia Belanda. Bumi Manusia mengangkat pandangan pengarang Indonesia, sedangkan De Stille Kracht dari kacamata orang Belanda. Christina Dewi Elbers yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, membandingkan kedua buku tersebut. Continue reading “Ketika “Bumi Manusia” Disandingkan Dengan “De Stille Kracht””

Jejak Penyair: Udo Z. Karzi

Pewawancara: Sazano
Puitika.net, 18 Mei 2006

Udo Z. Karzi, lahir 12 Juni 1970 di Liwa, Lampung Barat. Menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (1996). Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa Teknokra (1993-1994), Pemimpin Umum Majalah Republica (1994-1996), dan Pembimbing Majalah Ijtihad (1995-1998). Banyak menimba pengalaman dari kelompok/kegiatan diskusi: Kelompok Studi Merah Putih, Forum Dialog Mahasiswa (Fordima), Forum for Information and Regional Development Studies (FIRDES), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Continue reading “Jejak Penyair: Udo Z. Karzi”

Kesenian yang Kurang Perhatian

Anton Kurniawan*
Lampung Post, 29 Juli 2006

Cahaya remang-remang dari lighting yang cukup sederhana, kursi, dan layar berwarna hitam tampak di ruangan berukuran sedang yang dipenuhi sekitar 50-an orang. Asap yang berasal dari rokok para penonton perlahan merayap memenuhi ruangan, menjelma kabut.

Di antara para penonton tampak beberapa penyair yang sudah amat dikenal dalam dunia kepenyairan di Lampung, bahkan di tingkat nasional, di antaranya Iswadi Pratama, Budi Hutasuhut, Ari Pahala Hutabarat, Jimmy Maruli Alfian, Inggit Putria Marga, dan Eddy Samudera. Continue reading “Kesenian yang Kurang Perhatian”

Dicari: Sastra(wan) Kalteng!

Udo Z. Karzi *
Borneonews, 4 Agus 2008

SUDAH lama memang saya bertanya-tanya, adakah sastrawan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Teman-teman bilang ada. Namun, siapa, tidak ada yang bisa menyebutkannya.

Sama saja ketika Temu Sastra se-Kalteng, 18 Juli 2008 lalu, Kepala Kantor Bahasa Kalteng Puji Santoso menyebutkan Kalteng baru memiliki tiga sastrawan yang dikenal publik. Lagi-lagi saya tidak menemukan nama. Continue reading “Dicari: Sastra(wan) Kalteng!”

Bahasa ยป