Posted by PuJa on February 28, 2011
Prita Riadhini (Christina Dewi Elbers) http://www.rnw.nl/ Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan De Stille Kracht karya Louis Couperus sama-sama menceritakan Indonesia di zaman Hindia Belanda. Bumi Manusia mengangkat pandangan pengarang Indonesia, sedangkan De Stille Kracht dari kacamata orang Belanda. Christina Dewi Elbers yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, membandingkan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Pewawancara: Sazano puitika.net, 18 Mei 2006 Udo Z. Karzi, lahir 12 Juni 1970 di Liwa, Lampung Barat. Menyelesaikan studi di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (1996). Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Mahasiswa Teknokra (1993-1994), Pemimpin Umum Majalah Republica (1994-1996), dan Pembimbing Majalah Ijtihad (1995-1998). Banyak menimba pengalaman [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Anton Kurniawan* Lampung Post, 29 Juli 2006 Cahaya remang-remang dari lighting yang cukup sederhana, kursi, dan layar berwarna hitam tampak di ruangan berukuran sedang yang dipenuhi sekitar 50-an orang. Asap yang berasal dari rokok para penonton perlahan merayap memenuhi ruangan, menjelma kabut. Di antara para penonton tampak beberapa penyair yang sudah amat dikenal dalam dunia [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Editor: Jodhi Yudono Ilham Khoiri http://oase.kompas.com/ D Zawawi Imron, penyair asal Madura, Jawa Timur, itu sudah lama mengembangkan puisi modern yang bertolak dari khazanah budaya tradisional Pulau Garam itu. Tak hanya memperkaya ekspresi seni sastra modern Indonesia, karya-karyanya yang memuliakan kemanusiaan juga diapresiasi dunia internasional.
Filed under: Canting
Comments Off
Posted by PuJa on
Udo Z. Karzi* Borneonews, 4 Agus 2008 SUDAH lama memang saya bertanya-tanya, adakah sastrawan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Teman-teman bilang ada. Namun, siapa, tidak ada yang bisa menyebutkannya. Sama saja ketika Temu Sastra se-Kalteng, 18 Juli 2008 lalu, Kepala Kantor Bahasa Kalteng Puji Santoso menyebutkan Kalteng baru memiliki tiga sastrawan yang dikenal publik. Lagi-lagi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
S. Jai * Radar Surabaya, 21 Nov 2010 SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan. Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Nirwan Ahmad Arsuka http://nasional.kompas.com/ Sutan Takdir Alisjahbana menarik karena segugus paham yang diperjuangkannya. Paham-paham tersebut menjadi memikat bukan hanya karena bergetar dalam diri STA, tetapi karena paham-paham tersebut ternyata sungguh punya dasar yang kukuh dan jangkauan yang jauh. Yang paling berharga dari pemikiran STA tampaknya adalah prinsip autopoiesis, penciptaan dan pelampauan diri entitas, yang diterapkan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Mengenang 100 Tahun Kelahiran Sutan Takdir Alisjahbana Susianna http://www.suarakarya-online.com/ Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, almarhum Sutan Takdir Alisjahbana yang akrab disebut STA atau Takdir masih tetap dikenang. Almarhum meninggalkan warisan sejumlah karya dan pemikiran, khususnya di bidang bahasa, sastra (esai. Novel/roman dan puisi), kebudayaan, filsafat, pendidikan dan pengetahuan pada umumnya.
Filed under: Canting