Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma

S. Jai *
Radar Surabaya, 21 Nov 2010

SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan.

Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, inspiratif dan tentu saja memberikan pencerahan baik bagi insan panggung maupun public teater yang hadir dalam peristiwa teater. Continue reading “Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma”

“Autopoiesis” Takdir

Nirwan Ahmad Arsuka *
nasional.kompas.com

Sutan Takdir Alisjahbana menarik karena segugus paham yang diperjuangkannya. Paham-paham tersebut menjadi memikat bukan hanya karena bergetar dalam diri STA, tetapi karena paham-paham tersebut ternyata sungguh punya dasar yang kukuh dan jangkauan yang jauh. Yang paling berharga dari pemikiran STA tampaknya adalah prinsip autopoiesis, penciptaan dan pelampauan diri entitas, yang diterapkan pada skala yang luas. Prinsip inilah agaknya yang tak ditangkap oleh para pengritik STA, termasuk Nirwan Dewanto (dalam pidatonya yang diliput banyak media besar di Kongres Kebudayaan 1991). Continue reading ““Autopoiesis” Takdir”

Lewat Puisi dan Prosa

Mengenang 100 Tahun Kelahiran Sutan Takdir Alisjahbana
Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Ibarat pepatah, manusia mati meninggalkan nama, almarhum Sutan Takdir Alisjahbana yang akrab disebut STA atau Takdir masih tetap dikenang. Almarhum meninggalkan warisan sejumlah karya dan pemikiran, khususnya di bidang bahasa, sastra (esai. Novel/roman dan puisi), kebudayaan, filsafat, pendidikan dan pengetahuan pada umumnya. Continue reading “Lewat Puisi dan Prosa”

Berawal dari Sebuah Senja

Seno Joko Suyono, Rini Sri Hartini
http://majalah.tempointeraktif.com/

Suatu sore di tahun 1998. Jemaah gereja GPIB Taman Cibeunying, Bandung, tampak tekun mendengarkan khotbah pendeta. Tapi seorang jemaah merasa gelisah. Seurai sinar matahari senja yang masuk melalui jendela mengubah ruangan itu menjadi kuning dan seketika perasaannya tergetar. Aneh. Ia tak kuasa menahan gejolak hatinya. Dari beranda gereja, pohon-pohon itu menutupi pandangan lepasnya ke cakrawala. Continue reading “Berawal dari Sebuah Senja”

Menjadi Tua

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

AKU tidak ingat persis kapan aku mulai sadar sudah menjadi tua. Seakan tiba-tiba saja ketuaan itu aku rasakan. Atau bisa jadi kesadaran itu bermula pada suatu pagi ketika sebuah gerahamku gompal dan serpihannya berdenting jatuh ke piring sewaktu kami sarapan sekeluarga. Dentingnya nyaring sekali. “Heh, apa ini?” ucapku tertegun. Continue reading “Menjadi Tua”

Bahasa »