Posted by PuJa on March 31, 2011
S.W. Teofani Kau menyambangiku ketika seluruh pintu puri telah kukunci. Kita bertukar kata di balik benteng yang lebih batu dari pualam. Tak ada lagi cekrama atau sesiah laksmi. Tinggal dinding murah pemahaman yang lebih agung dari rasa. Kita bukan lagi sepasang jiwa yang mendaki gigir takdir. Kau dan aku menjadi kumpulan keterbatasan yang luruh pada [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Adian Husaini http://pemikiranislam.multiply.com/ assalaamu’alaikum wr. wb. Sejumlah orang yang akan berdialog dengan kaum liberal saya beri saran agar jangan pakai dalil ayat-ayat Al-Qur’an. Sebab, banyak kaum liberal yang sudah tidak percaya lagi pada keotentikan Al-Qur’an, sehingga tidak ada gunanya dalil Al-Qur’an untuk mereka. Memang ada diantara mereka yang masih percaya Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, tetapi [...]
Filed under: Canting, Esai
Posted by PuJa on March 30, 2011
M.D. Atmaja Bagaimana rasanya jikalau kita mencintai seseorang namun tidak memiliki kemampuan dalam berucap rindu atau cinta? Karena keterbatasan jarak yang tidak dapat dipendekkan, atau juga karena tidak tahu kemana harus melarikan kaki agar bisa merengkuh sang kekasih itu. Mungkin di saat rasa itu bergejolak, kita akan merasakan keresahan yang memuncak. Menjadi sakit yang teramat [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
DONGENG DARI SAYAP KIRI (Kumpulan Cerita Pendek) Maxim Gorki, Gabriel Garcia Marquez, John Steinback, Jean-Paul Sartre, Lu Hsun Penerjemah dan pengantar : Eka Kurniawan Penyunting : Subandi Penerbit : Yayasan Aksara Indonesia, 2000 Peresensi: Gendut Riyanto http://majalah.tempointeraktif.com/ “Sastra kiri”, atau sastra Marxis, selalu mengingatkan kembali pada sebuah gerakan di awal abad ke-20, yakni realisme sosialis. [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Asarpin Saya baru tahu kalau tiga proyek yang terdapat dalam teks Sumpah Pemuda 1928 itu terdapat tiga tingkatan nasionalisme: nasionalisme bangsa, nasionalisme tanah air dan nasionalisme bahasa. Di sana terjawab sudah persoalan mendasar: apakah mungkin terbentuknya suatu bangsa, maka jawabnya sangat mungkin dibentuk bangsa itu. Kalau pertanyaannya apakah tanah air diingini maka para pemuda menjawab [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 29, 2011
(Serapan dari energi pengajian Padhang mBulan 19 Maret 2011) Sabrank Suparno Cinta. Kasih. Sayang. Apa beda di antara ketiganya. Cinta: jaringan empati dengan hal lain yang kita butuh kemanfaatan balik darinya. Kasih: bagian reaksi cinta yang bergerak aktif keluar, output, memberi kemanfaatan pada hal lain yang berupa benda, realitas lahiriyah. Sayang: bagian dari susunan cinta [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Naskah Teater Monolog Penari Karya: Rodli TL Adegan 1 Seorang penari muda menarikan sebuah tarian. Ia sungguh menghipnotis para penonton dengan kelincahan gerakannya. Ceriah wajahnya bagai rembulan. Penari mudah itu sungguh asyik menarikan sebuah tarian tradisi jawa. Sebelum berakhir lampu panggung mendadak gelap dan terjadilah sebuah tragedi yang amat gelap bagi Penari Muda itu. Musiknya [...]
Filed under: Naskah Teater
Posted by PuJa on
Fabiola Ponto Kompas, 25 Maret 2011 HARI sudah petang saat Endo Senggono, sosok yang bisa dikatakan sebagai ”katalog hidup” di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, berjalan tertatih-tatih. Sepasang kruk yang menopang tubuh lelaki itu bergerak seirama. Meski gurat lelah menghias wajahnya, Endo terus tersenyum. ”Mungkin karena faktor usia saya jadi cepat lelah. Padahal, saya belum [...]
Filed under: Canting