Pandu, Memandang Dunia Lewat Karl May

Edna C Pattisina
http://properti.kompas.com/

”Kami memang hanya menerbitkan buku lama. Namun lewat buku-buku Karl May, saya berharap kita bisa belajar tentang kemanusiaan, perdamaian, dan lingkungan hidup.” Begitu kata kepala suku Paguyuban Karl May Indonesia atau PKMI, Pandu Ganesa.

Bersama komunitas dan penerbit yang dibangun secara swadaya, Pandu bersama PKMI telah menerbitkan 10 buku dari target 40 buku karangan Karl May. Continue reading “Pandu, Memandang Dunia Lewat Karl May”

Mengungkap Sisi Gelap Karl May

Lusiana Indriasari
Kompas, 2 Januari 2011

”ORANG kulit putih datang dengan senyum manis di wajah, tetapi menyelipkan pisau tajam di pinggang serta senjata api yang siap ditembakkan. Mereka menjanjikan cinta kasih dan perdamaian, tetapi menebar kebencian dan pertumpahan darah”.

Itulah penggalan kalimat yang selalu ditulis Karl May dalam buku-bukunya yang berkisah tentang dunia Barat. Salah satu karya besarnya, antara lain, adalah buku Winnetou yang menceritakan petualangan dan persahabatan kepala suku Indian Apache Winnetou dan orang berkulit putih Old Shatterhand. Continue reading “Mengungkap Sisi Gelap Karl May”

Takdir Sang Adonis

Asarpin

Hidup punya takdirnya sendiri. Dan takdir juga punya ceritanya sendiri.

Pada suatu hari di bawah langit malam, aku berjalan ke negeri mimpi. Di sana aku berjumpa dengan nujuman lama Babilonia, tentang sosok Dewa muda yang tampan bernama Adonis. Riwayat mencatat: Adonis tumbuh menjadi remaja yang cemas memikirkan nasib negerinya yang tak maju-maju. Sejak itu ia banyak merenung dan melontarkan ide-ide yang segar tentang masa depan kehidupan. Pikiran-pikirannya tampak aneh dan asing. Bahkan tak jarang ia menyulut polemik di antara para Dewa lantaran pendapat-pendapatnya dianggap lebih “maju” dari rekan-rekannya. Continue reading “Takdir Sang Adonis”

NB: Aku Sangat Merindukanmu!

M.D. Atmaja

Serintik hujan mengisi malam wening. Memelodikan tembang kenangan tentang perjalanan jauh yang menyayat pilu. Semerbak sisa asap di pedupan, menggelayutkan mimpi. Mengajak seorang lelaki untuk terpekur dalam kesendirian yang tidak akan mampu dimengerti orang lain. Awang-uwung yang tadinya senyap, dikagetkan dering pesan singkat. Pesan dari kawan yang jauh.“Jalan-jalanlah. Jangan tenggelam dalam selimut.” Pesan itu penuh bujuk. Continue reading “NB: Aku Sangat Merindukanmu!”

Pernyataan Sikap Sastrawan Ode Kampung

Posted: 21/11/2010 by boemipoetra in Manifesto
Serang, Banten 20-22 Juli 2007

Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya terhadap komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan tampil dalam bentuknya yang paling arogan, yaitu merasa berhak merumuskan dan memetakan perkembangan sastra menurut standar estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas meresahkan komunitas-komunitas sastra yang ada di Indonesia karena kontraproduktif dan destruktif bagi perkembangan sastra Indonesia yang sehat, setara, dan bermartabat. Continue reading “Pernyataan Sikap Sastrawan Ode Kampung”

Bahasa »