MANIFESTO boemipoetra

Posted: 21/11/2010 by boemipoetra in Manifesto

Beberapa tahun terakhir ini rakyat Indonesia banyak mengalami musibah besar yang merubah kehidupan mereka seperti terjadinya tsunami dan gempa bumi. Tapi tsunami dan gempa bumi adalah musibah yang memang tidak bisa dicegah terjadinya oleh kekuatan manusia karena merupakan bencana buatan alam. Bencana alam hanya bisa diterima dan menjadi tanggung jawab bersama korban dan bukan-korban untuk menanggulangi akibatnya. Continue reading “MANIFESTO boemipoetra”

Spirit Samurai Bangsa Jepang

Satrio Wahono
suarakarya-online.com

Jepang berduka karena gempa! Itulah panorama menggentarkan yang oleh kebanyakan orang Indonesia hanya bisa disaksikan dari layar kaca. Namun hebatnya, Jepang tetap bertahan dalam duka dan malah bersiap untuk bangkit lagi.

Boleh jadi kesiagaan menghadapi dampak bencana ini terjadi karena Jepang sudah kenyang menghadapi gempa. Hanya saja, ada satu faktor lain yang tak boleh dilupakan, yaitu ‘spirit samurai’ atau ‘jalan pedang’ yang dihayati oleh bangsa Jepang. Continue reading “Spirit Samurai Bangsa Jepang”

Kartini: Perjalanan yang Belum Selesai

Siti Nuryati
http://www.suarakarya-online.com/

Apa yang diketahui kebanyakan orang tentang Kartini, selain tentang tanggal kelahirannya pada 21 April 1879 di Jepara, jawaban yang paling mudah adalah tentang surat-surat Kartini yang terkumpul dalam sebuah buku dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Judul buku kumpulan surat-surat Kartini kepada beberapa sahabatnya di Belanda itu memang sudah amat dikenal orang. Continue reading “Kartini: Perjalanan yang Belum Selesai”

Takdir Belum Mati

Binhad Nurrohmat
http://www.ruangbaca.com/

Majalah Pujangga Baru menjadi “penyambung lidah” pemikiran Takdir dan melahirkan “gaya nasionalistik-romantik Pujangga Baru”.

Sutan Takdir Alisyahbana adalah sebuah nama yang menjulang serta suara lantang yang polemis dalam ranah kebudayaan kita. Takdir tertoreh tebal dan kontroversial di pagina sejarah kebudayaan lantaran pemikirannya yang dinilai amat berkiblat ke Barat dan kritiknya yang tajam menujah kebudayaan prae Indonesia (kebudayaan Nusantara sampai akhir abad XIX) Continue reading “Takdir Belum Mati”

Bahasa ยป