Di Makam Raja Ali Haji

Kenedi Nurhan
oase.kompas.com

Sejumlah sastrawan peserta Temu Sastrawan Indonesia III/2010 menyempatkan ziarah ke makam pujangga Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Di tengah kebisingan suara mesin generator pembangkit listrik, puluhan sastrawan itu tegak berjajar, membentuk separuh lingkaran tak beraturan. Tak ada keheningan saat kedua telapak tangan ditadahkan ke ”langit”, berdoa, saat menziarahi makam sastrawan besar negeri ini: Raja Ali Haji. Continue reading “Di Makam Raja Ali Haji”

Ngobrol Bareng Ayu Utami

Ian Ahong Guruh *
boemipoetra.wordpress.com

Minggu (1/8) malam kemaren, aku mendapat sms dari teman, “Ayu Utami ke Yogyakarta besok, senin jam 19.00..”. Waduh, senin malam. Pasti sudah lelah karena seharian harus mengurus penjualan majalah, mengambil majalah di agen, mengantar ke pelanggan2. Setelah itu, mengajar di sebuah bimbel, lalu melanjutkan mengantar. Baru malam sekitar jam tujuh selesai. Apakah sempat dan kuat? Tapi karena penasaran atas nama yang membuat kontroversial ini, dan terlebih sudah kucicipi rasanya Saman dan Larung, kedua novel pertama Ayu Utami. Kayaknya nama Ayu Utami sebegitu menjadikanku penasaran hingga aku mengusahakan untuk datang. Continue reading “Ngobrol Bareng Ayu Utami”

Pedagogi: Humanisme Edukasi Sastra

M.D. Atmaja

Keberadaan karya sastra dibentuk oleh masyarakat yang melalui tangan seorang sastrawan (penulis) karya sastra itu dihadirkan yang sebenarnya untuk masyarakat itu sendiri. Sastrawan sebatas pada sarana dalam pemanifestasian gejala sehingga keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari unsur utama pembentuk karya yang dihasilkan. Pun, latar belakang serta kedudukan sosial mempengaruhi karya dalam proses penciptaan yang secara tidak langsung menyusupkan tendensi. Continue reading “Pedagogi: Humanisme Edukasi Sastra”

Bahasa »