Membangun Kepribadian Anak Bangsa

Judul buku : Membangun Kepribadian Dan Watak Bangsa Indonesia Yang Harmonis Dan Integral; Pengantar Wawasan Pendidikan Nasional Yang Komprehensif
Penulis : Ki Fudyartanta
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : I, 2010
Tebal : vii + 440 halaman
Peresensi : Iksan Basoeky*

Pendidikan merupakan sarana paling ampuh untuk mencetak para generani bangsa ini menjadi generasi yang memiliki kepribadian yang utuh. Melalui pendidikan itu pula, segenap generasi muda diusakan mampu mempunyai wawasan keilumuan yang bisa dipertanggung jawabkan kelak dikemudian hari.

Sejatinya pendidikan sebagai jembatan yang akan mengantarkan para penerus bangsa ini ke arah yang lebih cerah dan progresif. Tak salah jika lewat pendidikan tersebut, peserta didik diarahkan kepada jalan yang lurus (positif) sesuai dengan hajad hidup manusia pada umumnya yakni menjalni masa depan hidup yang lebih baik.

Sebagai bangsa yang cerdas, kita juga yakin bahwa dengan pendidikan tersebut bangsa ini akan lebih bertambah maju seiring dengan kemajuan zaman yang berkembang. Yang pada puncaknya bangsa ini akan dapat mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain di semenanjung dunia.

Namun tak bisa dimungkiri sejauh ini usaha untuk memajukan pendidikan yang dilakukan oleh para pengelola pendidikan nasioanal masih cenderung setengah hati. Para pengelola pendidikan di negeri ini masih cenderung lamban dalam melakukant tugasnya sebagai akkor pendidik untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang dipandang kurang pas untuk digunakan dalam system pendidikan.

Akibatnya, pencapaian pendidikan nasional kita masih jauh dari ambang harapan publik (khususnya para orang tua murid), apalagi sampai mampu bersaing secara kompetitif dengan perkembangan pendidikan di pentas global yang sudah maju.

Bahkan pendidikan nasional bukan hanya belum berhasil meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak didik, melainkan dinilai gagal dalam membentuk karakter dan watak kepribadian (nation and character building) para pelajar, dan pada rentetan persoalannya terjadi degradasi moral pada peserta didik.

Maka dari itu, dibutuhkan orientasi pendidikan nasional yang mampu menjawab berbagai persoalan bangsa khususnya polemik pendidikan mutakhir. Yaitu sebuah trobosan yang progresif-educatif yang sekiranya bisa menjadi pemecah permalahan pendidikan yang dihadapi bangsa ini. Sehingga pada saatnya bisa mensejajarkan pendidikan kita dengan pendidikan yang ada di Negara-negara berkembang atau bahkan bisa melampaui pendikan mereka.

Di sinilah Ki Fudyartanta hadir dengan bukunya yang berjudul “Membangun Kepribadian Dan Watak Bangsa Indonesia Yang Harmonis Dan Integral; Pengantar Wawasan Pendidikan Nasional Yang Komprehensif” ini, menawarkan konsep baru dalam dunia pendikan kita.

Konsep baru yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan di negeri ini mempunyai orientasi pendidikan nasional yang berlandaskan pada pancasila yang nantinya mampu menjadikan karakter bangsa ini lebih baik.

Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dalam berbangsa dan bermasyarakat, penting untuk dijadikan sebagai landasan sistem pendidikan nasiaonal yang sedang rapuh dan mengalami ketimpangan dalam bidang pembangunan karakter peserta didiknya.

Oleh karena itu, mulai sekarang pendidikan harus mampu dipahami bukan hanya sekedar sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi sebagai pembudayaan yang tentu saja hal terpenting dari pembudayaan itu adalah pembentukan karakter dan watak (nation and character building), yang pada gilirannya sangat krusial bagi nation building atau dalam bahasa populernya menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab.

Penulis mengatakan, sistem pendidikan nasiaonal mau tidak mau harus menjadi sarana untuk membangun kepribadian dan watak bangsa Indonesia yang harmonis dan integral, yakni bangsa Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas dan terampil kerja, serta berbudi pekerti luhur, sehingga dapat berdiri sama tinggi dengan bangsa lain di dunia (hal 45-50).

Itulah yang penting untuk segara dilakukan dalam pengelolaan pendidkan di negeri ini agar dapat mencetak para generasi bangsa ini menjadi generasi yang memiliki wawasan tinggi dan mampu menampilkan karakter kerpibadiannya dengan baik. Sebab dengan usaha demikian sejatinya generasi bangsa ini akan menjadi generasi yang bepotensi.

Buku ini mengulas secara rinci bagaimana masa depan pendidikan nasioanal bisa mempunyai tujuan dan orientasi pendidikan yang jelas yang tidak hanya berkutat pada wilayah sistem administrasi saja namun melebihi dari itu bisa mencetak kepribadian seseorang yang bertanggungjawab atas masa depan hidupnya, terutama bagi bangsa ini.

Di samping itu, buku ini diharapkan dapat turut serta mengisi literatur ilmu pendidikan di abad modern yang dikenal dengan julukan abad globalisasi ini. Di mana prilaku dan nilai-nilai budaya baru dari manapun dengan mudah dikenal dan berinteraksi dengan manusia, sehingga hal itu kadang kala mempunyai dampak negatif terhadap perilaku seseorang, sekaligus menimbulkan permasalahan lain bagi bangsa ini.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca oleh siapapun, terutama bagi mereka yang mepunyai tanggungjawab sebagai tenaga pendidik dalam upaya membentuk para generasi bangsa ini lebih memiliki karakter dan bermoral baik, sekaligus siap bersaing di pentas global.

*) Peresensi adalah pengamat sosial pada Yayasan Hasyim Asy’ary, Yogyakarta