Dewi Sri

Rodli TL

Adegan 1

Musik gamelan dan rancak bambu
Para penari bergerak seperti ular, gerakannya lincah dan menggelombang. Gerakannya nampak indah. Dari tubuh tarian ular itu muncul perempuan cantik menari dengan tarian yang lebih indah, namun tetap seirama dengan kelompok penari lain. Perempuan cantik itu adalah Dewi Sri Continue reading “Dewi Sri”

“Pencarian” ZA Mathikha Dewa

Udo Z. Karzi
Teknokra Edisi 162, Mei 1996

SEBUAH manuskrip kumpulan sajak bertitel “Pencarian” mampir ke tempat saya. Penulisnya, ZA Mathikha Dewa–yang mengirim sendiri dari Jayapura.

Suatu kejutan! Soalnya, seingat saya, bumi Irian Jaya selama ini sepi dari kehidupan kesusastraan, terlebih dalam bidang puisi. Boleh dikatakan, tak ada pengarang atau penyair yang mencuat ke pentas nasional. Pengamatan saya ini diperkuat oleh Isbedy Stiawan ZS, penyair senior Lampung. Continue reading ““Pencarian” ZA Mathikha Dewa”

”Rumah Prosa” Indonesia

Asarpin

Pramoedya Ananta Toer, prosais terbesar yang pernah dimiliki Indonesia, cukup sering bicara soal rumah dan pulang dalam karya prosanya. Pram menempatkan rumah sebagai sejarah, rumah sejarah, sebagaimana ia menempatkan novelnya sebagai bagian dari ”novel sejarah” sekaligus ”filsafat sejarah”.

Dalam karya klasiknya, Bukan Pasarmalam, Pram dengan liris bicara soal rumah, kampung halaman, di samping tempat seorang anak di zaman revolusi. Continue reading “”Rumah Prosa” Indonesia”

Komunikasi dan Pembangunan dalam Perspektif Modernisasi

Janual Aidi

Modernisasi menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional, dan fungsional. Lazimnya suka dipertentangkan dengan nilai-nilai tradisi. Hal ini berhubungan dengan perubahan orientasi. Yang dimaksudkan orientasi atau arah perubahan di sini meliputi beberapa orientasi, antara lain Continue reading “Komunikasi dan Pembangunan dalam Perspektif Modernisasi”

Bahasa »