
Nurel Javissyarqi Continue reading “Mulanya *”
Sang Pemerkosa
M.D. Atmaja
Pagi itu, langit cerah membelai kemuning batang padi yang merunduk. Perkasa merengkuh bumi setelah selesai diberangkus kabut. Manik-manik embun berkilauan, menghiasi pandangan letih menatap hari yang semakin membeban berat. Ah, pagi ini terlalu indah untuk merenungi kesialan nasib di hari kemarin, ucapku pelan. Continue reading “Sang Pemerkosa”
Surat Dunia Maya Untuk Ajip Rosidi
Martin Aleida
Bung Ajip yang baik,
Tiga bulan setelah menerima surat Bung dari Pabelan, tertanggal 5 Januari 2011, dengan tanda tangan dan tera sketsa mungil berwarna merah yang menggambarkan wajah Ajip Rosidi yang sedang senyum, saya belum juga menemukan ajakan yang pas untuk membalas. Continue reading “Surat Dunia Maya Untuk Ajip Rosidi”
Cerpen-Cerpen Mutakhir Indonesia: Membaca Bencana Alam Sekadar ‘Force Majuere’
Iwan Gunadi *
Lampung Post, 13 Des 2009
Meski Indonesia terbilang sering dilanda bencana alam, termasuk dalam skala korban yang besar, sejak dulu, tak banyak karya sastra yang mengeksplorasinya.
KITA mafhum, Indonesia rawan gempa. Kita juga mafhum, Indonesia akrab banjir. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diwanti-wanti menghadapi letusannya, tapi yang lebih dulu menghentakkan malah gempa yang menewaskan ribuan penduduk di DIY dan Jawa Tengah, akhir Mei 2006. Continue reading “Cerpen-Cerpen Mutakhir Indonesia: Membaca Bencana Alam Sekadar ‘Force Majuere’”
Cadangan Nyawa Jeihan Sukmantoro
Putu Fajar Arcana
Kompas, 21 Des 2009
PERUPA Jeihan Sukmantoro pernah meninggal pada usia 5 tahun setelah terjatuh dari tangga. Ketika semua keluarga dan para pelayat siap-siap membalutnya dengan kafan, ia malah bangkit dan minta sesaji nasi item dan gula jawa serta kain batik. Setelahnya, perupa kelahiran Solo ini hidup dengan otak invalid akibat benturan. Continue reading “Cadangan Nyawa Jeihan Sukmantoro”
