Beni Setia
suarakarya-online.com
KESAN sastrawi yang spontan muncul saat membaca 269 puisi Aspar Paturusi (AP) yang dikumpulkan dalam Badik (Garis Warna Indonesia, Jakarta, 2011)-dan 5 puisi antaranya dimuat di Suara Karya (Sabtu, 18/6/ 2011)-adalah pola berkreasi dan berkesenian yang penuh liukan dan lonjakan, yang dirumuskan Taufik Ismail sebagai “menggenggam semuanya … yang tak perlu ditanyakan lagi lakekomaE.” Setidaknya di paruh kedua dekade 1970-an-lebih terpatnya: 1976 dan 1977-, AP menggebrak dan membuat khazanah sastra Indonesia terperangah dengan kehadiran dua novelnya, Arus dan Pulau. Continue reading “Saat Menjadi (Orang) Tua”