MENIMBANG KEPENYAIRAN SUTARDJI CALZOUM BACHRI (SCB) DARI BUKU NUREL: MENGGUGAT TANGGUNGJAWAB KEPENYAIRAN *

Aguk Irawan MN **

Penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kau lihat mereka menenggelamkan diri dalam sembarang lembah khayalan dan kata. Dan mereka sering mengujarkan apa yang tak mereka kerjakan. Kecuali mereka yang beriman, beramal baik, banyak mengingat dan menyebut Allah dan melakukan pembelaan ketika didzalimi. (QS As-Syu’ara, 224-227). Continue reading “MENIMBANG KEPENYAIRAN SUTARDJI CALZOUM BACHRI (SCB) DARI BUKU NUREL: MENGGUGAT TANGGUNGJAWAB KEPENYAIRAN *”

Skandal Cita-cita Pendidikan Sastra

Eko Triono
Lampung Post, 16 Juli 2011

/1/
TAHUN ajaran baru 2011/2012 telah dimulai di sekolah, cita-cita disemai, dan impian dilepaskan setinggi awan suci, tetapi siapa di antara mereka yang datang dan sengaja bercita-cita menjadi seorang sastrawan? Bukan pegawai negeri [polisi, guru, tentara], artis, dokter, dan seterusnya. Tidak, nyaris tidak ada, sebab tidak “wajar” yang demikian, kecuali pada beberapa sekolah di Madura yang anak didiknya telah berani bercita-cita menjadi seorang penyair, pekerja puisi. Padahal cita-cita mereka adalah gambaran masa depan bangsa pada suatu hari nanti. Continue reading “Skandal Cita-cita Pendidikan Sastra”

Tolak Kastaisasi Pendidikan

Siti Muyassarotul Hafidzoh
Republika, 16 Juli 2011

SETIAP tahun ajaran baru terjadi ragam keganjilan yang melingkupi dunia pendidikan kita. Selain keganjilan banyaknya pungutan liar sekolah, terjadi juga wajah paradoks sekolah yang berbeda kasta satu dengan lainnya. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi (PT), muncul kasta dengan sebutan favorit atau unggulan. Continue reading “Tolak Kastaisasi Pendidikan”

Imajinasi Sekolah

Bandung Mawardi
Lampung Post, 17 Juli 2011

ABAD XX telah memberi iman modern: sekolah. Perubahan zaman seolah bergantung makna sekolah. Negeri ini pun mengonstruksi identitas diri, menggerakkan transformasi sosial-kultural, menumbuh-semaikan nasionalisme disebabkan oleh sekolah. Konon, agenda politik etis memberi jalan untuk pembentukan elite terpelajar, manusia-manusia modern lahir dari sekolah. Kaum Bumi Putera mengimajinasikan sekolah sebagai berkah dan petaka. Continue reading “Imajinasi Sekolah”

Bahasa »