Cheng Ho ala Lesbumi

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

LAKSAMANA Cheng Ho turun ke tanah Sumatera. Ia disambut sebuah pesta. Ia memainkan seruling. Lagunya: Butet. Inilah pentas drama Cheng Ho yang diselenggarakan Lesbumi di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pekan lalu. Lembaga kebudayaan NU ini ingin menunjukkan bagaimana pentingnya pengaruh Cheng Ho di Nusantara. Continue reading “Cheng Ho ala Lesbumi”

Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (II)

Helvy Tiana Rosa*
Republika, 28 Sep 2008

ANDI Birulaut juga dapat menjadi contoh, bagaimana seorang “preman” kemudian bermetamorfosis menjadi pengarang, dan berhasil membawa preman-preman lain di daerah sekitar Penjaringan, Jakarta Utara, untuk peduli dan bergerak membuka Rumah Cahaya (Rumah Baca dan Hasilkan Karya), bagi anak dan remaja dhuafa di sana. Continue reading “Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (II)”

Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (I)

Helvy Tiana Rosa
Republika, 21 Sep 2008

“Sastra bukan sekadar menyapa. Ia telah memerdekakan saya dengan caranya sendiri….” (Syifa Aulia)

Kalimat yang dilontarkan Syifa Aulia di tengah canda teman-temannya di Kowloon Park bertahun-tahun lalu itu ternyata serius.Lebih kurang 10 tahun lalu ia berangkat ke Hong Kong, salah satu kota paling sibuk di dunia, untuk mengadu nasib yang lebih baik, meski harus menempuh jalan sebagai seorang domestic helper (PRT). Continue reading “Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban (I)”

Bahasa ยป