Erasure: Penulis dan Pengharapan Pembacanya

Wawan Eko Yulianto *
berbagi-mimpi.info, 13 Apr 2010

Sebagian penulis harus mati dulu sebelum karyanya dibaca orang. Sebagian lagi harus nulis beberapa buku dulu sebelum akhirnya karyanya menarik perhatian orang. Percival Everett adalah salah satu di antara penulis dari golongan kedua itu. Setelah sekitar lebih dari 18 tahun menekuni dunia gores pena), menerbitkan beberapa judul buku, akhirnya bukunya yang berjudul Erasure berhasil menjaring pembaca secara signifikan. Unik, buku yang secara struktur sangat tidak wajar dan melayangkan kritik keras terhadap dunia penerbitan dan elit sastra ini malah yang akhirnya menyukseskannya. Continue reading “Erasure: Penulis dan Pengharapan Pembacanya”

Musuh

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Mayoritas dengan mudah menang, tapi dengan mudah pula membeku, dan kemudian mencekik. “Musuh paling berbahaya bagi kebenaran dan kebebasan,” kata Dr. Stockman dalam Musuh Masyarakat, “adalah mayoritas yang kompak.” Continue reading “Musuh”

Menyibak Rahasia Mantra

Agus Hidayat, Syaiful Amin
http://majalah.tempointeraktif.com/

Begitu memasuki Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta, sederet tulisan kaligrafis langsung menyergap mata. Bunyinya “Muhammad kang mengku Rasa”. Bentuk kaligrafi itu juga tak biasa. Ia dituliskan vertikal, tidak horizontal. Kalimat itu bukan sembarang kalimat. Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, tulisan itu merupakan rajah, mantra penolak bala. Continue reading “Menyibak Rahasia Mantra”

Mozaik Puisi Lebaran

Bandung Mawardi
Lampung Post, 28 Aug 2011

LEBARAN sebagai kisah dan peristiwa menjadi acuan selebrasi imajinasi. Penyair dalam laku kreatif memiliki sekian ekspresi demi mengisahkan Lebaran dengan orientasi religius, filosofis, sosial, atau kultural. Lebaran dalam puisi adalah perayaan mengenang dan membayangkan biografi manusia dari genesis sampai eskatologis. Samadi dalam puisi Berkabung di Hari Raya (1941) mengisahkan duka karena kematian seorang ibu. Suasana kontras terasakan dalam puisi itu dengan imaji-imaji sunyi dan ramai. Kematian ibu itu sunyi di saat Lebaran berarti ramai dengan bunyi beduk, petasan, dan sorak sorai. Continue reading “Mozaik Puisi Lebaran”

Bahasa ยป