Mengorek Mistisme Jawa

Beni Setia
suarakarya-online.com

AFRIZAL MALNA, via “Sebuah Novel dalam 11 Cerpen dan Politik Imajinasi Jawa dari “dia-yang-bercerita”-Kata Pengantar di dalam kumpulan cerpen Fahrudin Nasrulloh, Syekh Bejirun dan Rajah Anjing (Pustaka Pujangga, Lamongan, 2011)-, menggarisbawahi tiga entitas pendukung cerita: obyek yang diceritakan, subyek sang pencerita, dan penerima cerita. Sedang Fahrudin Nasrulloh (FN), sebagai sang subyek pencerita, menulis pengantar yang menggarisbawahi peranan penting dari bahan yang mendorongnya bercerita, dengan merunut asal-usul dari semua bahan cerita yang kini berujudkan 11 cerpen. Lantas bagaimana nasib pembaca cerita yang meresepsinya? Continue reading “Mengorek Mistisme Jawa”

K e c i n g

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Ponselku mengalunkan nada panggil. Sebuah nomor asing terpampang di layar ponsel itu.
“Halo …” sapaku.
“Bonel?” suara perempuan langsung menyergah. Nadanya sengak.
“Ya, betul. Maaf, saya bicara dengan siapa?”
“Dengan Monik! Masih ingat?”
“Monik?”
“Ya, Monik. Sudah pikunkah kamu?”
“Monik … Monik teman di SMA?”
“Iya!”
“Benarkah?” Continue reading “K e c i n g”

Bahasa ยป