Nekromansi

A Rodhi Murtadho
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Nekromansi menggejala. Banyak orang percaya akan perkataan Ilyas. Masa depan. Ketertarikan pengetahuan membuat pasien mendatanginya. Terutama mengenai jodoh, rezeki, bahkan kematian. Ihwal yang seharusnya hanya diketahui Tuhan. Keberanian Ilyas sudah melebihi batas. Mendahului Tuhan. Banyak Kyai, pendeta, biksu, dan banyak tokoh agama bersatu mengenyahkannya. Memusnahkan perbuatan Ilyas bahkan bisa jadi Ilyas sendiri yang akan dipancung. Baca selengkapnya “Nekromansi”

Puisi-Puisi Dody Kristianto

Berbicara Tentang Kotamu yang Terlelap

berbicara tentang kotamu yang terlelap aku bangkitkan mayat mayat yang berbaris di lenganmu kesunyian di alismu perlahan bangkit dengan sungai yang lahir melalui wujud menara tapi bulan tumbuuh di rambutmu dan perlahan kawanan pemabuk menyentuhku mencekikku lewat keabadian goa yang terkutuk ribuan cahaya segera aku mati tanpa jasad dan segala kenanganku membentuk planet hijau di otakmu Baca selengkapnya “Puisi-Puisi Dody Kristianto”

Sebut Saja Ia Perempuan

Yusuf Ariel Hakim

Sebut saja ia perempuan. Entah mengapa aku suka sekali menyebutnya begitu. Satu yang pasti, aku tidak tahu persis pernah bertemu di mana. Barangkali ingatanku yang tak begitu cakap mengingat kenangan. Tapi mataku mengatakan kalau ia benar-benar perempuan, tak usah kau tanyakan yang logis kepadaku mengapa aku suka menyebutnya demikian, karena ia sendiri sangat suka sekali dipanggil demikian. Dan ia perempuan, sangat berterima kasih sekali padaku dengan sebutannya itu. Sejak saat itu ia perempuan selalu mengikuti kemana aku pergi. Baca selengkapnya “Sebut Saja Ia Perempuan”

Saat Cemburu Membakar Jiwa

Mahmud Jauhari Ali
Tabloid Serambi Ummah 21 Nov 2008

Pagi itu Hamid berdiam diri dengan mata tertutup. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Kedua kakinya kadang-kadang digerakkannya untuk menghindari keram. Tangan kanannya memegang tasbih, tetapi tidak ia fungsikan. Bibirnya kerap digerakkannya. Sementara ibunya sedang menyiapkan makanan di ruang makan untuk mengganjal perut mereka. Baca selengkapnya “Saat Cemburu Membakar Jiwa”