Seruan Foucault

Bandung Mawardi *
http://www.seputar-indonesia.com/

Filsafat abad XX mewarisi mozaik pikiran ganjil dan radikal ala Michel Foucault (1926–1984). Tokoh ini mengantar suguhansuguhan filsafat impresif,mendulang gagasan aneh, dan mengucap dalam bahasa pekat.

Foucault membeberkan pelbagai ihwal lakon peradaban abad XX mengacu babakbabak historis.Konon, semua gagasan itu bermula dari pandangan sejarah ala Foucault. Sejarah itu selalu berupa genealogi dan intervensi. Perubahan adalah niscaya dalam ranah pengetahuan dan model pemahaman. Arus pemikiran Foucault jadi menu signifikan untuk gairah filsafat mutakhir. Continue reading “Seruan Foucault”

Pluralisme dan Nasionalisme: Gus Dur dan Frans Seda

Ignas Kleden
majalah.tempointeraktif.com

LAHIR dan mati adalah peristiwa harian. Tapi kematian dua orang pada akhir 2009 mendapat perhatian khusus karena bertepatan dengan penutupan tahun, dan karena yang wafat adalah dua tokoh seperti Gus Dur dan Frans Seda. Gus Dur wafat pada 30 Desember pukul 18.45, dan Frans Seda menyusul sehari sesudahnya, pukul 05.00. Keduanya berpulang sebagai pribadi yang penting dan menarik, sebagai pemimpin yang meninggalkan jejak, baik pemimpin golongannya maupun pemimpin berkaliber nasional. Continue reading “Pluralisme dan Nasionalisme: Gus Dur dan Frans Seda”

Filsafat sebagai Perkakas Kehidupan

Menukik Lebih Dalam: Kenangan 40 Tahun STFK Ledalero
Penyunting: Paul Budi Kleden dan Otto Gusti Madung
Penerbit: Ledalero, Maumere: 2009, xx + 474 halaman
Peresensi: Martin Lukito Sinaga *
http://majalah.tempointeraktif.com/
Buku ini mencoba menceritakan sambil merayakan 40 tahun kehidupan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Flores. Caranya: melalui pusparagam pikiran dalam tulisan para muridnya yang tersebar di berbagai profesi. Alih-alih sebuah kisah sukses yang muncul (yang umum dipakai untuk promosi diri), percobaan itu malah menguak luasnya persoalan yang harus dihadapi dan disebabkan oleh filsafat itu sendiri. Continue reading “Filsafat sebagai Perkakas Kehidupan”

Bahasa »