Gerimis di Suatu Malam

Ahmad Zaini

Menjelang pagi, mataku masih sulit dipejamkan. Di setiap arah mataku memandang yang tampak hanyalah wajah Luna yang baru saja menghadap Sang Mahakuasa. Kelopak mataku terasa pedih seakan ada yang mengganjal. Lagi-lagi bayangan wajahnya yang mengganjal agar mata ini tidak terpejam. Di setiap sisi ruang kamarku terbayang ribuan lukisan wajahnya yang tersenyum manis. Tawa manja yang merayu saat aku bertemu dengannya setahun yang lalu. Setelah kutatap bayangan itu ribuan wajah Luna pun lenyap ditelan cahaya lampu temaram di ujung malam. Continue reading “Gerimis di Suatu Malam”

Pelukis Gelombang Laut

Dody Kristianto*

Perempuan itu terbangun dari tidurnya. Tubuhnya perlahan bangkit dari lautan yang selama ini menyelubunginya. Ia nampak elok nan gemulai. Benar-benar menunjukkan sebuah arsiran dan detil rinci air lautan yang membentuknya. Cahaya bulan terang memberi warna kuning langsat pada kulitnya yang semula bening. Ia nampak rupawan. Rambutnya tergerai panjang. Setiap lekuknya berasal dari percikan gelombang. Gelombang nyalang, ketika malam sangat hening dan tak ada suara lain terdengar selain deru gelombang yang panjang. Continue reading “Pelukis Gelombang Laut”

Lelaki Yang Menyusu Matahari

Yusuf Ariel Hakim

Sudah berkali-kali saya menyapanya, seorang lelaki yang selalu berdiri di pagi hari, tetapi selalu saja lelaki itu diam saja, selalu mengacuhkan kehadiran saya. Bahkan ketika saya mencoba untuk bersikap baik padanya meski hanya sekadar berpura-pura, tetap saja lelaki itu tak pernah memicingkan matanya kepada saya, apalagi membuka katup kedua bibirnya yang bersahaja. Continue reading “Lelaki Yang Menyusu Matahari”

KACAMATA

Indiar Manggara

Kacamata itu masih dibiarkannya terlipat rapi. Bagio terus memandanginya dengan bermacam pertanyaan di benaknya yang tak pernah ia temukan jawabannya.

Kacamata itu berada tepat di pojok kiri, di atas meja tulisnya dan dibiarkan begitu saja terlipat rapi, hanya dialasi selembar tisu toilet. Meskipun di sekitar kacamata itu buku-buku dan peralatan tulisnya berserakan seperti rongsokan, tetapi pandangan Bagio tak pernah lepas sedetik pun dari kacamata itu. Seolah-olah kacamata itu melekat pada kedua bola matanya. Continue reading “KACAMATA”

Bunga Teratai yang Basah: Renungan Tentang Budha & Biksu di Myanmar

Asarpin *

Dengan Budha
semoga rasa cinta kita memenuhi semesta
di atas, di bawah, di seberang, tanpa batas.
Kebaikan tak berhingga pada semesta
tak berbatas, bebas dari benci dan perseteruan
–KAREN AMSTRONG, Menerobos Kegelapan

Sidharta bukan keturunan kaum paria. Keluarganya terpandang dan hidup dalam istana. Siapa sangka kelak ia akan meninggalkan istana dan masuk ke dalam hutan yang sunyi seorang diri. Menjadi Budha. Continue reading “Bunga Teratai yang Basah: Renungan Tentang Budha & Biksu di Myanmar”

Bahasa ยป