Hamsad, dari Lorong Pasar di Kisaran

Maruli Tobing
Kompas, 21 Okt 2007

Kemiskinan adalah bencana. Ia bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi meniadakan harapan dan cita-cita manusia. Maka, amarah dan dendam kerap muncul ketika orang berjalan terbongkok-bongkok dan ringsek memikul beban kemiskinan.

Cerpenis Hamsad Rangkuti (64) merasakan bencana itu sebagai hal nyata saat ayahnya, Muhammad Saleh Rangkuty, mengatakan tidak punya uang untuk membeli buku. Hamsad yang baru duduk di bangku kelas I SMA di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada awal 1960, akhirnya harus berhenti sekolah. Continue reading “Hamsad, dari Lorong Pasar di Kisaran”

Lebih Dekat Dengan Asma Nadia; Cerpenis Yang Peduli BMI

Arul Arista
http://www.kabarindo.com/

Anda sudah mengenal Asma Nadia ?
Yah, ia adalah oase anak negeri muda usia yang inspiring dan peduli terhadap Pahlawan Devisa atau Buruh Migran Indonesia (BMI). Ia sudah menulis 44 buku, 2 diantaranya telah difilmkan (Emak Ingin Naik Haji dan Rumah Tanpa Jendela) belakangan banyak mengangkat tema-tema perempuan, tahun 2002 menulis sebuah novel berjudul Derai Sunyi yang diterbitkan Mizan 2002, terinspirasi dari sebuah kejadian nyata penyiksaan pembantu rumah tangga di Surabaya yang berakhir tragis. Continue reading “Lebih Dekat Dengan Asma Nadia; Cerpenis Yang Peduli BMI”

Bahasa ยป