Esai: Menulis Karangan

Jacob Sumardjo *
Pikiran Rakyat, 27 Okt 2007

INI pengalamanku waktu menjadi redaktur cerita pendek tidak resmi di sebuah harian terkenal di daerahku. Tidak resmi, kukatakan, karena saya tidak mendapat bayaran sesen pun atas pekerjaan itu.

Saya mendapat mandat dari redaktur budaya surat kabar tersebut untuk memilih cerita pendek yang dimuat tiap minggu. Hampir setiap bulan harus memeriksa setumpuk naskah cerita pendek, kira-kira lima puluh naskah, dan saya menetapkan empat atau lima cerita pendek yang akan dimuat. Continue reading “Esai: Menulis Karangan”

SASTRA YANG HENDAK MENJAUH DARI TUHANNYA

Hudan Hidayat
Jawa Pos, 6 Mei 2007.

Nakal” dan” santun”, “pornografi” atau “suara moral”,”gelombang syahwat” seperti kata Taufiq Ismail, ternyata bersandar pada-Nya jua.”

PIDATO Kebudayaan Taufik Ismail di depan Akademi Jakarta pada 2006, bukan hanya menyerang sendi sastra dan seni, tapi telah memporandakkan hidup itu sendiri. Dengan pidato itu Taufik telah meringkus kompleksitas dunia pada satu ruang. Yakni, ruang agama formal. Continue reading “SASTRA YANG HENDAK MENJAUH DARI TUHANNYA”

BUDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA

Taufiq Ismail *

Sederetan gelombang besar menggebu-gebu menyerbu pantai Indonesia, naik ke daratan, masuk ke pedalaman. Gelombang demi gelombang ini datang susun-bersusun dengan suatu keteraturan, mulai 1998 ketika reformasi meruntuhkan represi 39 tahun gabungan zaman Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pembangunan, dan membuka lebar pintu dan jendela Indonesia. Hawa ruangan yang sumpek dalam dua zaman itu berganti dengan kesegaran baru. Tapi tidak terlalu lama, kini digantikan angin yang semakin kencang dan arus menderu-deru. Continue reading “BUDAYA MALU DIKIKIS HABIS GERAKAN SYAHWAT MERDEKA”

Bahasa ยป