Sejarah Sastra Indonesia: Menemukan Titik Mula

Anjrah Lelono Broto *
inioke.com

Membaca sejarah perkembangan sastra Indonesia (periodisasi, menurut HB Jassin), ada tanda tanya besar yang berputar-putar di dalam benak kita. Benarkah sastra Indonesia diawali dari Angkatan Balai Pustaka?

Paus sastra Indonesia, HB Jassin, juga menetapkan bahwa sastra Indonesia diawali dari sastrawan-sastrawan yang bernaung di Balai Pustaka seperti Marah Rusli, Tulis Sutan Sati, Ama Datuk Mojoindo, Suman Hasibuan, dll. Bukankah mereka adalah sederet sastrawan berlatar belakang budaya Melayu? Continue reading “Sejarah Sastra Indonesia: Menemukan Titik Mula”

Kelangkaan Kritikus dan Peneliti Sastra

Nelson Alwi *
http://www.harianhaluan.com/

TAK terbantahkan, dengan tulisan berjudul 30 Tahun Terakhir Tak Ada Novel Bermutu dari Sumatera Barat (Haluan, Minggu 23/1) Darman Moenir berhasil meng­gu­gah gairah sejumlah intelek­tual untuk penulis esai sastra sekaligus mempublikasikannya di harian kesayangan ini. Semangat mereka semoga dapat dipelihara dan semakin menya­la-nyala, menyinari aktivitas berkesusastraan, terutama di daerah tercinta ini. Continue reading “Kelangkaan Kritikus dan Peneliti Sastra”

Kolase genit sastra indonesia

Sapardi Djoko Damono
http://majalah.tempointeraktif.com/
DARI PERISTIWA KE IMAJINASI: WAJAH SASTRA DAN BUDAYA INDONESIA
Oleh: Umar Junus
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta, 1983, 175 halaman

DUA puluh karangan dalam bunga rampai ini bisa dianggap benar-benar mewakili penulisnya, setidaknya dalam gaya bahasa dan cara berpikir. Anak judulnya, Wajah Sastra dan Budaya Indonesia, mencerminkan perhatian pengarang yang luas, meski sebenarnya pokok bahasan Umar Junus adalah sastra. Continue reading “Kolase genit sastra indonesia”

Krisis Sastra “Tanpa Pembaca” dan Lubang Perangkap

Dorothea Rosa Herliany
Sinar Harapan 1992

Limabelas tahun lalu tepatnya pada tahun 1977 terjadi peristiwa sastra yang kontroversial. Pada saat itu Dewan Kesenian Jakarta (dewan tertinggi dalam kelembagaan sastra Indonesia), menjatuhkan pilihan pada kumpulan sajak Yudhistira ANM Sajak Sikat Gigi sebagai salah satu peraih penghargaan karya kepenyairan terbaik sejajar dengan karya-karya Sutardji Calzoum Bachri, Sitor Situmorang dan Abdul Hadi WM. Continue reading “Krisis Sastra “Tanpa Pembaca” dan Lubang Perangkap”

Bahasa »