Posted by PuJa on October 31, 2011
Afrizal Malna http://majalah.tempointeraktif.com/ Pada awal 1980-an demonstrasi perdamaian marak di Jerman. Warga menentang keputusan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menerima penempatan 572 misil Pershing II Amerika Serikat di lima negara Eropa Barat. Tak tanggung-tanggung, Heinrich Boll dan Gunter Grass (keduanya pemenang Nobel Sastra) ikut turun ke jalan. Dua Nobelis ini berpidato tentang tanggung jawab [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Nong Djese http://kupang.tribunnews.com/ SEMAKIN lama, terasa semakin dekat. Semua ingatan yang terbungkus rapi selama ini akan dilerai kisah demi kisah, akan dicerai kalimat demi kalimat, akan dilepas kata demi kata. Digenggamnya bungkusan itu erat. Sebentar lagi.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Christo Ngasi http://kupang.tribunnews.com/ SUARA-suara teriakan di saat pagi, kembali bergaum. Suara-suara nyanyian penghuni jagat saling bersahutan. Inilah kebiasaan kami yang akan kukisahkan ditengah ilalang, suara nyanyian di tengah sunyi dan keringnya ilalang tanahku Sumba.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Mario F Lawi http://kupang.tribunnews.com/ MATAHARI menjelma dua. Semua orang panik dan berteriak. Karena tiba-tiba saja sebuah bola api raksasa berputar di angkasa. Meninggalkan gelegar dan kilau di langit. Meninggalkan bias-bias cahaya setiap kali menjengkal angkasa. Sebagian orang berpikir bahwa bintang lain akan mengancam keberadaan bumi. Sebagian lagi berpendapat bahwa inilah kutukan Tuhan bagi dunia yang [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Joko Martono http://www.kompasiana.com/jk.martono Mumpung masih bulan Oktober 2011, tepatnya tanggal 28 lalu telah diperingati 83 tahun > Hari Sumpah Pemuda yang tersurat betapa pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan seperti disebutkan dalam Sumpah Pemuda selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Sartika Dian Nuraini http://www.majalahbasis.com/ Negara itu manis di bibir, tapi pahit di kenyataan. Sungguh tak terbayangkan, betapa tega Negara melakukan pemangkasan dana subsidi pada PDS HB Jassin hingga menderita sakit dan miskin. Pengabaian ini menyebabkan dokumentasi sastra di ambang kebangkrutan. Penguasa tidak mampu atau bahkan cuek membaca sejarah dan etos sastra yang telah ditunjukkan oleh [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Syam Sdp http://www.kompasiana.com/syamsdp SEBAGAI penyair yang dianggap penting dan besar, Chairil Anwar boleh dikata kurang produktif. Karyanya sedikit, karir kepenyairannya selama enam setengah tahun (1942- 1949) hanya menghasilkan 70 puisi asli, 4 puisi saduran, 10 puisi terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan. Total karya yang dihasilkan hanya 94 buah (HB. Jassin: Chairil Anwar [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Hadi Napster Masih tentang pembicaraan licentia poetica dalam kaitannya dengan konvensional bahasa, pada kesempatan ini kita awali dengan kutipan pendapat dari Atmazaki (1993: 70-72) yang menulis; Ada tiga faktor yang menjadi penyebab licentia poetica digunakan oleh penyair, yaitu sebagai berikut: 1) Pada dasarnya penyair menyampaikan pengalaman puitiknya. Pengalaman puitik tersebut lebih banyak berhubungan dengan emosi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Guntur Alam http://www.lampungpost.com/ SEJAK kedatangannya di kampung ini, lelaki itu selalu duduk di teras limasnya. Teras yang menghadap ke jalan raya dan tengah kampung. Bila ditanya oleh orang-orang yang lalu lalang ke rimba karet sedang apa dirinya? Lelaki itu selalu menjawab: “Aku sedang mendengarkan cerita dari segelas kopi.”
Filed under: Cerpen