Cara Sastra(wan) Empati terhadap Bencana

Jusuf AN *

Serasa masih belum kering air mata negeri ini atas tregedi tsunami yang terjadi Atceh (2004), gempa bumi di Pangandaran (2005), Yogyakarta (2006), Padang (2009). Masih belum tuntas duka warga Sidoarjo dari lumpur Lapindo (sejak 2006) yang menelan rumah dan harta benda mereka. Belum sembuh benar luka-luka negeri ini akibat bencana-bencana yang meluluh lantakkan bumi, menelan harta benda dan menghilangnan ribuan nyawa; dan kini serentetan bencana kembali terjadi secara beriringan; banjir bandang di Wasior (4/10), tsunami di Mentawai (26/10), dan letusan gunung Merapi Yogyakarta yang hingga sekarang masih mendebarkan. Continue reading “Cara Sastra(wan) Empati terhadap Bencana”

Indo, Antara The Other Dan Trendsetter

Gus RY
Padang Ekspres, 20 Juli 2008

Y.B. MANGUNWIJAYA, dalam komentar yang disampaikannya pada saat peluncuran terjemahan Burung-burung Manyar ke dalam bahasa Inggris, mengilustrasikan: “…citra cerita Max Havelaar dan penikmatannya dalam bahasa Belanda menghadirkan suatu kesadaran yang sebelumnya tidak saya rasakan, sesuatu yang boleh jadi disebut menyedihkan akan tetapi sebenarnya sangat normal dan tidak perlu dinilai negatif, ialah kenyataan bahwa saya dan generasi terpelajar bangsa Indonesia seumumnya, apalagi sekarang, pada hakekatnya adalah orang-orang Indo; harfiah dari segi keturunan darah (siapa yang boleh disebut Jawa asli, Flores asli, Cina asli, dan sebagainya?), namun terutama dalam pikir serta citarasa.” Continue reading “Indo, Antara The Other Dan Trendsetter”

Sastra Kuno: Serat “Centhini” Porno?

Gadis Arivia*
Kompas, 21 Juli 2008

RUU APP sekonyong- konyong muncul lagi dengan nama baru, RUU Pornografi atau RUU Porno. Disebut ”sekonyong-konyong” karena anggota parlemen RI terhormat telah meloloskan draf terbaru tanpa pemberitaan luas kepada masyarakat.

Perubahan nyata dari RUU Porno ini adalah penciutan menjadi 52 pasal, dari sebelumnya 93 pasal. Napasnya masih sama, yakni pengaturan moral seseorang. Pendefinisian pornografi pun masih asal-asalan dan bisa-bisa serat Centhini, sastra kuno Jawa, kena getahnya. Continue reading “Sastra Kuno: Serat “Centhini” Porno?”

Peluncuran Antologi ‘Aku Ingin Mengirim Hujan’: Merekonstruksi Personalitas Puisi

Sony Wibisono
Suara Merdeka, 22 Juli 2008

SEBUAH sajak bisa saja menjadi sebuah karya yang sangat personal. Hal itu sah dan manusiawi. Namun ternyata banyak penulis yang tidak menyadari proses tersebut. Banyak yang beranggapan karyanya tidak layak dibaca orang karena merasa bukan penyair. Padahal tidak ada lembaga yang mengangkat orang menjadi penyair. Continue reading “Peluncuran Antologi ‘Aku Ingin Mengirim Hujan’: Merekonstruksi Personalitas Puisi”

Bahasa »