Profesor Wu, Terobsesi Bahasa Indonesia

Joice Tauris Santi
Kompas, 26 Juli 2008

UPAYA untuk belajar bahasa China telah menjamur di Indonesia, seiring dengan perbaikan hubungan kedua negara dan perekonomian China yang maju pesat. Bahasa China diajarkan mulai dari sekolah internasional hingga kursus-kursus yang diselenggarakan di rumah toko atau ruko. Sebaliknya, pengajaran bahasa Indonesia di China sudah dimulai puluhan tahun lalu. Continue reading “Profesor Wu, Terobsesi Bahasa Indonesia”

Saatnya Muliakan Keberaksaraan

Yudi Latif*
Kompas, 26 Juli 2008

DEMOKRASI tak bisa berumah di angin. Triliunan uang terkuras, berbilang institusi tiruan dicangkokkan, dan pelbagai prosedur baru digulirkan tak membuat rakyat kian berdaya secara politik. Perangkat keras demokrasi memang berhasil dipoles, tetapi perangkat lunaknya masih berjiwa tirani. Demokrasi berjalan dengan meninggalkan sang ”demos” (rakyat jelata), seperti Malin Kundang yang melupakan ibunya sendiri. Continue reading “Saatnya Muliakan Keberaksaraan”

DAMPAK LICENTIA POETICA BERNAMA “KREDO PUISI” TERHADAP EKSISTENSI BAHASA

Hadi Napster

Pada tanggal 02 Oktober 2011 yang lalu, tepatnya pukul 20:08 WIB, di Grup Komunitas Bengkel Puisi Swadaya Mandiri (BPSM), terjadi satu interaksi sangat menarik dengan tema pembahasan “licentia poetica” dalam sebuah diskusi yang diawali oleh posting Dimas Arika Mihardja (DAM) melalui tulisan: Continue reading “DAMPAK LICENTIA POETICA BERNAMA “KREDO PUISI” TERHADAP EKSISTENSI BAHASA”

Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)

Marhalim Zaini *
Riau Pos, 28 Nov 2010

RUPANYA, saya masih beruntung, menemukan buku dengan cover yang dominan berwarna hijau tua itu di sebuah toko buku di Kaliurang, setelah sebelumnya cukup lama saya berkeliling ke sejumlah toko buku di Jogyjakarta, sambil “menikmati” hujan debu dari erupsi Merapi. Dan buku itu pun tinggal satu-satunya, terselip di antara barisan buku antropologi yang lain. Continue reading “Merevitalisasi atau ”Membunuh” Tradisi Lisan(?)”

Bahasa »