Seni Dongeng: Menghibur Sambil Tanamkan Akhlak Luhur

Chavchay Syaifullah
http://cabiklunik.blogspot.com/

SENI dongeng masih hidup di tengah masyarakat. Namun, gaungnya mulai memudar. Segenap kalangan seniman pun mulai kurang berminat. Barangkali, seni bertutur ini dianggap hanya berkaitan dengan dunia anak-anak. Seni warisan nenek moyang itu dinilai tak begitu menjanjikan secara finansial.

Karena itulah, program Bahana Dunia Anak yang diselenggarakan Cinta Ananda (Cinda) perlu disambut baik. Program itu menampilkan rangkaian kegiatan seni dongeng yang dikemas dalam bentuk road show, audition show, dan top show. Para peserta yang dilibatkan adalah anak-anak yang berusia 5 tahun sampai dengan 10 tahun.

Road show yang telah dimulai sejak 17 April 2007 lalu telah dilaksanakan di taman kanak-kanak (TK) daerah Ciputat, Pamulang, dan Bintaro. Kemudian, road show akan berlanjut ke wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Depok hingga akhir Mei 2007.

Cinta Ananda yang dimotori Rico Toselly dan Awam Prakoso menghadirkan dongeng yang dikemas layaknya sebuah kegiatan hiburan. Karena itu, seni dongeng yang disajikan sangat mengusung kreativitas. Tujuannya bukan hanya untuk memberikan hiburan semata bagi anak-anak, melainkan untuk memberikan informasi dan edukasi bagi perkembangan emosi, wawasan, dan pengetahuan anak.

Rico dan Awam yang sudah lebih dari tujuh tahun mendongeng membawakan beberapa buah cerita yang dikemas dengan konsep musikal, bahasa tubuh, ekspresif, dan energik.

“Semua konsep mendongeng adalah baik. Yang penting bisa menghibur dan mendidik. Seorang pendongeng harus berupaya menampilkan cerita-cerita yang meminimalkan kekerasan dan memperhalus cerita,” ungkap Rico.

Ia menjelaskan pendongeng sedapat mungkin mengemas cerita yang dibawakannya secara interaktif. Anak-anak sebagai pendengar dongeng harus ikut terlibat. Dengan demikian, anak-anak akan betah berjam-jam mendengar dongeng yang diceritakan.

Dongeng memang sumber inspirasi bagi anak-anak untuk bergiat. Karena tak sedikit penemuan-penemuan ilmiah yang spektakuler berawal dari khayalan. Ketika generasi masa lalu menikmati petualangan seorang tokoh khayali yang bernama Flash Gordon, mereka memang hanya menikmati kebohongan sebuah komik. Tapi di kemudian hari, umat manusia di seluruh dunia menyaksikan apa yang tadinya dikategorikan sebagai kebohongan itu bisa diwujudkan sekarang.

“Dunia dongeng adalah dunia anak-anak yang menakjubkan. Dongeng itu disukai semua orang tanpa batas umur. Lewat dongeng, anak-anak mengenal nilai-nilai luhur akhlak, mengembangkan cakrawala imajinasi, dan menumbuhkan kecerdasan emosional,” kata Awam.

Tak semata itu, lewat dongeng kedekatan orang tua dan anak akan terjalin erat. Semua manfaat dongeng dapat menjadi bekal tak ternilai bagi anak-anak untuk mengarungi lautan kehidupannya kelak di masa mendatang.

Selain berisi pertunjukan dongeng, Bahana Dunia Anak juga menampilkan kompetisi pendongeng cilik disertai beberapa kompetisi pelengkap lainnya seperti kompetisi penyanyi cilik dan presenter cilik dalam kegiatan yang diberi nama audition show.

Puncak acara kegiatan Bahana Dunia Anak (Top Show) akan diselenggarakan Cinta Ananda pada 3 Juni 2007 mendatang dengan menggelar berbagai kegiatan untuk anak. Semua kegiatan itu dihadirkan dengan kemasan nuansa anak yang penuh dengan kegembiraan, keceriaan, dan imajinasi.

Menyaksikan kegigihan Rico dan Awam mendongeng di sejumlah TK sama halnya menyaksikan dua seniman muda yang tengah mengangkat seni dongeng dari ketersisihannya. Mereka telah mencoba membangkitkan seni dongeng yang mati suri di tengah masyarakat Indonesia.

Dijumput dari: http://cabiklunik.blogspot.com/2007/04/seni-dongeng-menghibur-sambil-tanamkan.html