Sastra yang Mendustai Pembaca

Damhuri Muhammad*
Kompas, 4 April 2009

SEORANG kawan, sebutlah Fulan, pernah datang memenuhi panggilan sebuah perusahaan penerbitan buku berkelas di Jakarta. Konon, ia memperoleh tawaran menjadi penyunting naskah sastra terjemahan, khususnya dari roman-roman berbahasa Arab.

Dalam perjalanan, kawan itu tiba-tiba khawatir bakal gagal sebab tak ada yang bisa diandalkannya, selain sedikit kemahiran menulis fiksi dan sedikit kemampuan membaca teks-teks berbahasa Arab. Continue reading “Sastra yang Mendustai Pembaca”

Kepahlawanan Karl May

Mila Novita
Sinar Harapan, 4 April 2009

Seorang siswa SMU di Surabaya membaca novel setebal 600 halaman dalam satu malam. Sebagian dari kita mungkin terkagum-kagum. Namun, jika mengetahui novel itu adalah Winnetou, empat karya terakhir Karl May, kita menjadi maklum.

Novel yang berisi petualangan seorang laki-laki Jerman yang dikenal sebagai Old Shatterland dengan sahabat Indiannya, Winnetou, itu membuat pembacanya, termasuk remaja, tidak terhenti membaca di tengah jalan. Continue reading “Kepahlawanan Karl May”

Kartini dan Kesadaran Berbahasa

Wildan Nugraha*
Pikiran Rakyat, 19 April 2009

LEPAS dari sosoknya yang bagi sementara pihak sangat lekat dengan kepentingan politik etis Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda, kesadaran berbahasa Kartini agaknya menjadi salah satu faktor yang membuatnya terus dikenang. Tanggal ulang tahunnya, 21 April, di negeri ini identik dengan namanya; nama seorang perempuan ningrat yang lahir di Jepara pada 1879. Continue reading “Kartini dan Kesadaran Berbahasa”

Fitri Yani: Hidup Artistik dengan Seni

Ni’matus Shaumi
teknokraunila, 15 Nov 2008

IA kini jadi salah satu penyair muda Lampung yang cukup disegani. Kecintaan Fitri Yani kepada puisi membuatnya berkomitmen akan terus berkarya sampai kapan pun. Karena baginya hidup dengan kesenian adalah hidup yang artistik.

Perkenalannya dengan puisi dan sastra dimulai sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kala itu ia suka membaca pantun dan puisi yang ada dibuku- buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sejak itu ia mulai tertarik dengan puisi dan sastra. Fitri mulai suka menulis puisi. Apalagi guru Bahasa Indonesianya kerap memberi tugas untuk membuat puisi dan mengarang. Puisi-puisinya pun sering menghiasi majalah dinding sekolahnya. Continue reading “Fitri Yani: Hidup Artistik dengan Seni”

Bahasa »