Posted by PuJa on November 29, 2011
J Sumardianta Kompas, 30 Okt 2010 Judul Buku: Pencitraan Adat Menyikapi Globalisasi Penyunting: Argo Twikromo, dkk. Penerbit: PSAP-UGM dan The Ford Foundation Cetakan: I, Mei 2010 Tebal: xvi + 217 halaman ISBN: 978-979-96557-4-5
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Ahda Imran Pikiran Rakyat, 31 Okt 2010 DALAM pengertian harfiahnya, reinventing adalah menemukan kembali. Ketika dijadikan frasa “reinventing Sunda” untuk keperluan sebuah konferensi dalam konteks budaya, maka konferensi tersebut hendak diandaikan sebagai upaya untuk mencari dan menemukan kembali sejarah atau identitas budaya Sunda yang (dibayangkan) hilang. Meski disadari bahwa hasrat besar semacam itu terlalu sederhana [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Khudori Husnan * Pikiran Rakyat, 31 Okt 2010 DARI cara pandang Binhad Nurrohmat kritik sastra selalu perspektif (“Kritik dan Hama Sastra”, Pikiran Rakyat, 19 September 2010). Menurut dia, “perspektif selalu punya batas; dan kritik sastra dibatasi perspektifnya. Tiada perspektif total-sempurna.” Dua pekan dari tulisan tersebut Maman S. Mahayana menjawab “perspektif dalam kritik sastra bukanlah pendekatan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Hikmat Darmawan * Kompas, 5 Des 2010 GAGASANNYA adalah perlawanan. Sesuatu yang nyaris ditinggalkan karena capek dan putus asa. Sebermula, kartun memang mengandung politik. Teknik menggambar kartun ala Barat lahir dari rahim Renaissance. Kitab pertama yang tercatat dalam sejarah seni adalah karya Mosini dari Italia, Diverse Figures (1646). Teknik yang seolah ”hanya cara menggambar” ini [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
___Suara Pembaruan 17 Desember 2007 SEJARAH terkemuka Inggris Peter Carey menilai Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang unik. Atas dasar itu, sang pangeran adalah penganut kebatinan seperti kebanyakan orang Jawa waktu itu, tapi dia juga sekaligus muslim yang saleh. Sejarah juga mencatatnya sebagai seorang pemimpin perang sabil yang gigih melawan Belanda pada 1825-1830.
Filed under: Berita, Canting
Posted by PuJa on
Zuriati http://harianhaluan.com/ Dekonstruksi cenderung dilihat sebagai sesuatu yang antiteori dan antimetode. Karena kecenderungan yang antiteori dan antimetode itu, ia mendapat tanggapan yang serius dari berbagai kalangan (ilmuwan), terutama kaum positivis dan kaum modernis. Mereka keberatan dengan dekonstruksi, karena ia cenderung relativis atau bahkan nihilistik terhadap diskursus, sehingga ia dikatakan sebagai intellectual gimmick, yang berarti ‘tipu [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Zuriati http://harianhaluan.com/ Differance merupakan struktur dasar dari setiap teks. Derrida menolak mendefinisikan differance, karena ia bukanlah konsep atau apa pun yang merujuk pada isi (petanda) yang merupakan substitusi dari kehadiran. Ia hanyalah strategi permainan yang tidak terencana dengan tujuan mengusik stabilitas teks dan mencairkan pengertian tunggal yang terbentuk melalui oposisi atau hierarki yang dibangun oleh [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Marjohan http://harianhaluan.com/ Siapa tak kenal Hamka! Tak cuma dikenal sebagai budayawan, sastrawan, pujangga dan sejarawan. Lebih dari itu, beliau adalah ulama besar, terpandang, kaya harga diri dan bertahta di hati umat hingga kini. Begitu tersematnya tokoh yang lahir pada 17 Februari 1908—bertepatan dengan tahun Kebangkitan Nasional Indonesia ini, tidak saja pada kaum kulturalis, tapi juga [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
ANALISI NOVEL Deddy Arsya http://harianhaluan.com/ China dalam aspek apa pun telah menjadi kekuatan baru dunia pasca Perang Dingin. Perhatian masyarakat bumi tertuju padanya. Jika kita menilik sejarah, kita akan bisa memaklumi, bahwa negeri tirai bambu itu telah ditempa berbagai pergolakan di masa silam, yang berat dan mengancam.
Filed under: Esai