Dari Batujaya Sampai Atlantik

Ahda Imran
Pikiran Rakyat, 31 Okt 2010

DALAM pengertian harfiahnya, reinventing adalah menemukan kembali. Ketika dijadikan frasa “reinventing Sunda” untuk keperluan sebuah konferensi dalam konteks budaya, maka konferensi tersebut hendak diandaikan sebagai upaya untuk mencari dan menemukan kembali sejarah atau identitas budaya Sunda yang (dibayangkan) hilang. Meski disadari bahwa hasrat besar semacam itu terlalu sederhana dicapai hanya dengan sebuah konferensi. Continue reading “Dari Batujaya Sampai Atlantik”

Detektif di Ladang Sastra

Khudori Husnan *
Pikiran Rakyat, 31 Okt 2010

DARI cara pandang Binhad Nurrohmat kritik sastra selalu perspektif (“Kritik dan Hama Sastra”, Pikiran Rakyat, 19 September 2010). Menurut dia, “perspektif selalu punya batas; dan kritik sastra dibatasi perspektifnya. Tiada perspektif total-sempurna.” Dua pekan dari tulisan tersebut Maman S. Mahayana menjawab “perspektif dalam kritik sastra bukanlah pendekatan … Dalam kritik sastra, ada tiga jenis penilaian, yaitu penilaian absolut, relatif, dan perspektif.” Continue reading “Detektif di Ladang Sastra”

Perlawanan Itu Indah

Hikmat Darmawan *
Kompas, 5 Des 2010

GAGASANNYA adalah perlawanan. Sesuatu yang nyaris ditinggalkan karena capek dan putus asa. Sebermula, kartun memang mengandung politik. Teknik menggambar kartun ala Barat lahir dari rahim Renaissance. Kitab pertama yang tercatat dalam sejarah seni adalah karya Mosini dari Italia, Diverse Figures (1646). Teknik yang seolah ”hanya cara menggambar” ini didasari oleh sebuah gagasan yang sebetulnya politis. Continue reading “Perlawanan Itu Indah”

Sejarah Pangeran Diponegoro Ditulis Sejarawan Inggris

___Suara Pembaruan
17 Desember 2007

SEJARAH terkemuka Inggris Peter Carey menilai Pangeran Diponegoro merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia yang unik. Atas dasar itu, sang pangeran adalah penganut kebatinan seperti kebanyakan orang Jawa waktu itu, tapi dia juga sekaligus muslim yang saleh. Sejarah juga mencatatnya sebagai seorang pemimpin perang sabil yang gigih melawan Belanda pada 1825-1830. Continue reading “Sejarah Pangeran Diponegoro Ditulis Sejarawan Inggris”

Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya (I)

Zuriati
harianhaluan.com

Dekonstruksi cenderung dilihat sebagai sesuatu yang anti­teori dan antimetode. Karena kecenderungan yang antiteori dan antimetode itu, ia mendapat tanggapan yang serius dari berbagai kalangan (ilmuwan), terutama kaum positivis dan kaum moder­nis. Mereka keberatan dengan dekonstruksi, karena ia cenderung relativis atau bahkan nihilistik terhadap diskursus, sehingga ia dikatakan sebagai intellectual gimmick, yang berarti ‘tipu musli­hat intelektual’, yang tidak berisi apa-apa selain permainan kata-kata. Continue reading “Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya (I)”

Bahasa »