Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya (II)

Zuriati
harianhaluan.com

Differance merupakan struktur dasar dari setiap teks. Derrida menolak mende­fini­sikan differance, karena ia bukanlah konsep atau apa pun yang merujuk pada isi (pe­tanda) yang merupakan subs­titusi dari kehadiran. Ia hanya­lah strategi permainan yang tidak terencana dengan tujuan mengusik stabilitas teks dan mencairkan pengertian tunggal yang terbentuk melalui oposisi atau hierarki yang dibangun oleh teks. Continue reading “Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya (II)”

Hamka: Kursi MUI dan Filsafat Bika

Marjohan
harianhaluan.com

Siapa tak kenal Hamka! Tak cuma dikenal sebagai buda­yawan, sastrawan, pujangga dan sejarawan. Lebih dari itu, beliau adalah ulama besar, terpandang, kaya harga diri dan bertahta di hati umat hingga kini. Begitu tersematnya tokoh yang lahir pada 17 Februari 1908—bertepatan dengan tahun Ke­bang­kitan Nasional Indonesia ini, tidak saja pada kaum kulturalis, tapi juga elite struk­turalis—tak heran pada Juni 1975, pengarang novel Tengge­lamnya Kapal Van Der Wijck (1937) itu, Continue reading “Hamka: Kursi MUI dan Filsafat Bika”

Wisran Hadi: Sastrawan Yang Tak Pernah Puas

Donny Syofyan
harianhaluan.com

Allah Yang Maha Kasih telah berkenan mengambil salah yang menjadi hak milik-Nya. Wisran Hadi, seorang sastrawan Indo­nesia kesohor dari Ranah Minang, telah meninggalkan dunia yang fana ini buat sela­ma-lamanya pada 28 Juni 2011. Kematian ini cukup menge­jutkan karena tidak didahului oleh sakit parah bertahun-tahun yang mengharuskan beliau, misalnya, harus diopname di rumah sakit. Berdasarkan keterangan dari istri beliau, Raudha Thaib, beliau terkena serangan jantung ketika menge­tik. Continue reading “Wisran Hadi: Sastrawan Yang Tak Pernah Puas”

MENERTAWAKAN ROMANTISME DAN MENGGOSOK MASA LALU

MEMBINCANGKAN CERPEN KITA SEMUA BERJALAN MUNDUR

Benny Arnas *
harianhaluan.com

Tak ada yang kita tinggalkan kalau kita berjalan mundur….Demikian kalimat pembuka cerpen Sungging Raga yang berjudul Kita Semua Berjalan Mundur (KSBM) yang dimuat Koran Tempo (10/10/2010). Sepenggal kalimat yang—mela­lui cerpen tersebut—diakuinya dikutip dari buku puisi Afrizal Malna; Pada Bantal Berasap (Omahsore, 2010). Sebuah kalimat (kutipan) yang sangat filofosis. Continue reading “MENERTAWAKAN ROMANTISME DAN MENGGOSOK MASA LALU”

Bahasa »