KEHANGATAN DIALOG DAN TAFSIR BERAGAM KARYA SASTRA

Catatan Perjalanan Utan Kayu-Salihara International Literary Biennale 2011
Esha Tegar Putra
harianhaluan.com

Sepulang dari Pekan­baru mememenuhi undangan Korean-Asean Poet Literary Festival II, dari tanggal 25-28 Oktober, saya langsung berangkat ke Jakarta memenuhi undangan Utan Kayu-Salihara International Literary Biennale 2011. Hari itu, Jumat (28/11), malamnya saya dijadwal panitia untuk membaca sajak di Teater Atap Salihara bersama seorang penyair bernama Zaim Rofiqi. Continue reading “KEHANGATAN DIALOG DAN TAFSIR BERAGAM KARYA SASTRA”

BARAT DAN TIMUR DALAM TEKS SASTRA: PERBINCANGAN POSTKOLONIAL

Yetti A. KA *
harianhaluan.com

Pencitraan negatif yang dilakukan oleh bangsa Barat terhadap Timur banyak terdapat dalam kisah-kisah perjalanan. Dalam buku-buku itu, bangsa Timur sering digambarkan sebagai bangsa terbelakang dan asing. Faruk (2001) berpendapat bahwa, berdasarkan bacaannya atas buku Mirror of the Indies: A History of Dutch Colonial Literature karangan Rob Nieuwenhuys, imperialisme dan kolonialisasi tidak hanya menempatkan wilayah jajahan sebagai suatu wilayah tempat terbukanya peluang bagi eksp­loitasi sumber-sumber eko­nomi, melainkan juga Continue reading “BARAT DAN TIMUR DALAM TEKS SASTRA: PERBINCANGAN POSTKOLONIAL”

Sastra Multikultural

Agus Sri Danardana
Riau Pos, 20 Nov 2011

Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya.
Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya.
(John F. Kennedy)

Sekalipun mungkin terkesan lebai, sepertinya pernyataan mendiang Presiden Amerika Serikat itu tak terbantahkan. Bahwa sastra memiliki peran besar dalam memengaruhi kehidupan manusia (sebagai penggerak semangat perjuangan) sudah terbukti. Continue reading “Sastra Multikultural”

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia

Berthold Damshauser
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ini laporan tentang sebuah diskusi mengenai tema “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia“. Diskusi itu melibatkan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Bonn/Jerman dan dosennya (saya sendiri).

Pada salah satu kuliah bagi mahasiswa tingkat akhir program Master, saya berupaya menanam rasa bangga di hati mahasiswa yang sejak lima tahun dengan tekun dan tabah mempelajari bahasa Indonesia: Continue reading “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia”

Ihwal Melayu dan Jalan Kemelayuan

Syaukani Al Karim
Riau Pos, 20 Nov 2011

SECARA kejiwaan, seorang anak manusia, selalu merasa lebih nyaman dan terlindungi, ketika berada di tengah-tengah komunitas yang dekat dengan dirinya, seperti keluarga sedarah, kawan sekampung, teman bermain, serta hal-hal lain yang mendekatkan secara batiniah. Kondisi dan sikap inilah, yang kemudian membuat orang, sejak dahulu kala, mulai mengurus perkara puak, kaum, suku, ras, atau bani. Lalu bertebaranlah komunitas dengan dasar pengelompokan tersebut, seperti bani Isra-El, Kaum ‘Ad, Ras Arya, dan sebagainya. Continue reading “Ihwal Melayu dan Jalan Kemelayuan”

Bahasa »