Masih Adakah Gagasan Melayu Raya

Teguh Setiawan
Republika, 02 Nov 2011

Secara politik, gagasan Melayu Raya telah musnah ketika Soekarno mendengungkan Ganyang Malaysia.

KETIKA 1879 Parlemen Hawaii di Honolulu membahas kemungkinan penyatuan Dunia Melayu-Polinesia, penduduk Melayu di Semenanjung Malaya hanya terbengong-bengong mendengar kata politik. Sepuluh tahun kemudian, ketika Apolinaro Mabini mendeklarasi kan Federation Malaya, orang Malaysia sama sekali belum menyadari hak-hak politiknya. Continue reading “Masih Adakah Gagasan Melayu Raya”

Tukang Stempel Menggotong Puisi Gelap

Fahrudin Nasrulloh*
Radar Surabaya 27 Nov 2011

Perhelatan karya dalam kancah sastra di Jawa Timur yang sempat saya amati sejak 2009 hingga sekarang cukup menggembirakan sekaligus mampu mengocok dan menyogrok kembali nyala proses kreatif siapa pun yang berderap di dalamnya. Sebagian besar berpusaran pada puisi dan kepenyairan. Sementara cerpen dan novel tak banyak dihasilkan apalagi memicu polemik dengan sambutan gempita. Beberapa hari lalu tiba-tiba saya di-SMS teman: “menurutmu penyair jawa timur masa kini yang di luar mainstream siapa, nas?” Continue reading “Tukang Stempel Menggotong Puisi Gelap”

Sjahrir; Titian Sosialisme ke Demokrasi

Ignas Kleden
__Yayasan BamBooDaeng Indonesia

PEMIKIRAN politik kiri, yaitu filsafat politik yang menekankan persamaan dan keadilan, merupakan semangat zaman sekaligus intellectual fashion tempat hampir semua pendiri Republik Indonesia bertumbuh dan menjadi matang. Soekarno terpukau pada teori imperialisme Lenin, Hatta mempelajari ekonomi sosialis negara-negara Skandinavia dan memperjuangkan koperasi sebagai perwujudan ekonomi kerakyatan, Continue reading “Sjahrir; Titian Sosialisme ke Demokrasi”

BABAD NUCA NEPA (FLORES)

(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)

Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta). Continue reading “BABAD NUCA NEPA (FLORES)”

Teks dan Tafsir

Asarpin

Dari hari ke hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, kita mengalami perubahan cara memandang apa yang disebut teks dan tafsir, entah itu teks puisi atau teks Kitab Suci. Bahkan apa yang dinamakan realitas dan sejarah di hari-hari telah mengalami sebuah proses yang tak selesai. Demikian pula apa yang kita namakan syair, ternyata tak lebih sebagai takwil. Sementara pemahaman kita terhadap pengarang, teks, dan pembaca, kerap kali berputar-putar tak tentu tuju. Continue reading “Teks dan Tafsir”

Bahasa »