Fokus Hidup Budi Darma

Wita Lestari
Jurnal Nasional, 14 Aug 2011

Sastra adalah fokus hidup seorang Budi Darma. Dia menerima takdirnya sebagai sastrawan.
ANDA penikmat dan pencinta sastra tentunya tahu Budi Darma. Karya-karyanya punya ciri khas kuat, utamanya pada karakter-karakter tokoh cerita yang dihidupkannya. Olenka, Rafilus, Ny Talis, Orang-orang Bloomington adalah beberapa tokoh novelnya yang begitu mengesankan. Dalam acara Bincang Tokoh di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta beberapa waktu lalu, psikolog Bagus Takwin dari Universitas Indonesia mengatakan, “Dalam Olenka dan Ny Talis, percampuran apa yang imajiner dan yang faktual dengan lancar terjadi. Tubuh yang jadi peta, tubuh yang melayang-layang ringan dari satu jalan ke jalan lain, sisi gelap manusia yang tampak wajar dan layak ditertawakan, dan banyak lagi. Manusia dalam karya-karya Budi Darma seperti tak lebih dari satuan organisme yang secara konstan melayang dari satu titik ke titik yang lain.”

Tema favorit Budi Darma adalah kepahitan hidup. Itu diakuinya sendiri, “Tema yang saya garap adalah kepahitan. Cerita-cerita saya adalah serangkaian jatuh bangunnya para individu dalam usaha mereka untuk mengenal diri mereka masing-masing. Sadar atau tidak, setiap individu pada akhirnya harus mengakui bahwa hidupnya hanyalah serangkaian kekosongan,” kata Budi dalam acara di TIM tersebut.

Penjelajahan pikiran memang sengaja dipilihnya sebagai modus kebersastraannya. Baginya, karya sastra yang baik bukanlah tulisan yang kaya tindakan-tindakan jasmani yang menakjubkan, akan tetapi kaya berkelebatnya sekian banyak pikiran.

Bagi seorang Budi Darma, menulis novel tak bisa terganggu hal lain seperti memikirkan biaya penerbitan atau mencari nafkah keluarga. Buat dia, menulis fiksi harus dilakukan dengan konsentrasi yang dalam dan terfokus. Berbeda halnya ketika ia menulis yang bukan fiksi, yang terjadi di alam nyata. Bisa ditebak, dia tak bisa banyak menulis karya fiksi karena waktu yang pas tidak selalu dimilikinya. Maka wajar saja bila kita tak terlalu banyak menemukan jumlah novelnya.

Namun, di luar aktivitas sastranya — dia adalah seorang dosen sastra– sebenarnya dia konsisten memikirkan sastra. Hidupnya seolah terpatri pada sastra dan pendidikan sastra. Meminjam istilah Bagus Takwin, ia seorang pengarang yang sungguh-sungguh dan pemikir yang sungguh-sungguh.

Bukti bahwa dia terus-menerus memikirkan sastra bisa dilihat mulai dari skripsinya yang bertajuk “Tragic Heroes in The Plays of Marlowe”, lantas tesisnya yang bertajuk “The Death and The Alive”, sampai disertasinya yang bertajuk “Character and Moral Judgment in Jane Austin’s Novel”. Sastra adalah napas kehidupannya. Karya-karyanya baik fiksi maupun nonfiksi hampir selalu tentang kesusastraan. Yang diajarkannya di perguruan tinggi juga tentang kesusastraan. Dia kerap terlibat dalam kegiatan penilaian karya sastra, menjdai kritikus sastra, dan mengelola pendidikan bidang kesusasteraan.

Pria kelahiran Rembang, 25 April 1937, ini juga selalu berupaya meningkatkan kualitas sastra kita. Ia membimbing cerpenis dan esais muda berbakat, baik di dalam maupun di luar negeri seperti di Brunai Darussalam dan Malaysia. Karya sastranya yang berupa cerita pendek, novel, esai, puisi, tersebar di berbagai media massa di dalam dan di luar negeri. Dalam penulisan, ia dikenal sebagai perintis penggunaan teknik kolase, yakni teknik penempelan potongan iklan bioskop dan tiket pertunjukan dalam karya-karyanya.

Boleh dibilang dia sangat produktif sebagai pemikir sastra. Buku-buku yang ditulisnya terus beredar sampai hari ini. Tak diragukan lagi Budi Darma adalah pemikir sastra yang konsisten dan andal. Dalam acara bincang-bincang di TIM tersebut dia tak ragu menyebut bahwa takdirnya memang sebagai pengarang.

***
Biodata
Nama: Budi Darma
Kelahiran: Rembang, 25 April 1937
Profesi: Dosen dan Sastrawan
Jabatan: Guru Besar Pascasarjana UNESA (Universitas Negeri Surabaya)
Penghargaan (antara lain):
– SEA-Write Award (1984)
– Anugerah Seni Pemerintah Republik Indonesia (1993)
– Satya Lencana Kebudayaan Presiden RI ( 2003)
– Penghargaan Penulis Cerpen Terbaik Kompas (1997-1998; 2001-2004)
– Achmad Bakrie Award (2005)

Karya Sastra (antara lain):
– Orang-orang Bloomington (kumpulan cerpen, 1950)
– Ny Talis (novel, 1983)
– Olenka (novel, 1997)
– Rafilus (novel, 1988)
– Sejumlah Esai Sastra (kumpulan esai, 1984)
– Solilokui (kumpulan esai, 1984)
– Harmonium (kumpulan esai, 1996)
– The Legacy karya Intsi V Himanyunga (terjemahan, 1996)
– Sejarah 10 November 1945 (1987)
– Kritikus Adinan (kumupan cerpen, 2002)
– Laki-laki Lain dalam Secarik Surat (kumpulan cerpen, 2008).

Aktivitas lain:
– Dosen tamu di NTU (Northern Terrytory University), Australia (1997).
– Dosen tamu di NIE-NTU (National Institute of Education-Nanyang Technological University), Singapura (2002).
– Writer-in-Recidence IRP (International Residency Program) ASAS 50, Singapura (2010-2011).
– External Examiner di UBD (Universiti Kebangsaan Malaysia) dan NIE-NTU (National Institute of Education, Nanyang Technological University, Singapura).
– Sebagai peneliti meneliti Sastra Inggris di Indiana University, Bloomimgtom, Indiana, Amerika (1990) dan Sastra Amerika di Hyderabat, India (1992).
– Sering menjadi pembicara di berbagai forum, baik di dalam maupun di luar negeri antara lain di negara ASEAN, Amerika, Inggris, dan Jerman.
***