K. Muhamad Hakiki
http://www.lampungpost.com/

PERAYAAN Imlek tahun ini jatuh pada hari Senin, 23 Januari 2012, dan merupakan tahun baru China ke-2563. Dalam mitologi kepercayaan China klasik, Imlek kali ini masuk dalam shio naga air.

Menurut mitologi China, shio naga air ini melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, dan pendirian teguh. Shio naga juga dimaknai sebagai lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China. Naga dipercayai sebagai makhluk tertinggi yang menjadi raja semua hewan di alam semesta.

Makna Imlek

Jika ditelusuri akar sejarahnya, perayaan Imlek atau dalam bahasa China disebut dengan Sin Tjia sebenarnya bermula dari sejenis perayaan yang kerap dilakukan para petani di China pada setiap tanggal 1 pada bulan pertama di awal tahun baru. Tradisi ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi, dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama.

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Konon nian selalu muncul pada hari pertama di setiap tahun baru dan kedatangan nian kerap memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian, bahkan penduduk, terutama anak-anak.

Melihat kondisi itu, untuk selamat dari petaka nian, masyarakat desa mencari solusi agar petaka itu semua berakhir. Sebagai solusinya, masyarakat desa saat itu menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru.

Masyarakat percaya jika nian telah mengambil atau memakan makanan yang telah disediakan masyarakat, nian tidak akan lagi mengganggu warga. Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan seekor nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, penduduk desa akhirnya tahu kekurangan nian, yakni takut pada warna merah.

Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru Imlek, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai atau gorden merah pada pintu dan jendela. Masyarakat juga menggunakan mercon (petasan) untuk menakuti nian. Sejak itulah, nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka.

Doa dan Harapan

Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan suatu kegiatan yang penuh dengan simbol dan makna. Perayaan tersebut adalah penggambaran harapan-harapan masyarakat China, seperti keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Selain itu, perayaan Imlek merupakan sebuah introspeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, dalam tradisi China, ritual keagamaan tersebut adalah sebagai bentuk perwujudan rasa syukur atas segala kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada manusia, menjamu leluhur, dan juga doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang jauh lebih banyak.

Karena itu, berbagai ritual keagamaan dalam perayaan Imlek dapat dijadikan sebagai jalan keluar terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia. Sebab, manusia itu sendiri mengalami situasi tekanan emosi dan jalan buntu, sebagaimana fungsi agama yang dijelaskan Cliford Geertz.

Dalam teori Durkheim bahwa upacara agama, termasuk Imlek, dapat dijadikan sebagai sarana untuk keluar dari yang kotor menuju ke yang suci. Dengan kata lain, upacara tersebut diharapkan bisa menyucikan segala bentuk “kotoran” yang melekat pada diri manusia.

Makna Universal

Imlek juga merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan berkumpul saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti tatkala setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru (dengan pakaian baru).

Makna universal tentang nilai kehidupan juga termaktub dalam filosofi dari simbol-simbol yang digunakan pada perayaan Imlek, di antaranya aneka hidangan. Berbagai hidangan dalam sesajian melambangkan cinta kasih, kebajikan, kesucian, kebahagiaan, dan rasa syukur. Karena itu, tidak ada benda yang tidak melambangkan nilai-nilai kehidupan dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

Perayaan Imlek adalah ritual simbolis yang sangat diyakini pemeluknya dapat memberi berkah dan kebahagiaan pada tahun mendatang. Atas segala harapan itu, pemeluk agama Konghucu selalu mengucapkan “gong xi fa cai” (bahagia dengan limpahan rejeki di kemudian hari).

Lebih dari itu, bagi penganut agama Konghucu, perayaan hari raya tahun baru Imlek bukan sekadar ritual rutinitas tahunan biasa atau budaya yang harus dilestarikan secara turun-temurun. Akan tetapi, Imlek juga merupakan budaya yang sekaligus menyatu dengan kepercayaan agama. Karena itu, bagi orang China, menjaga kesakralan perayaan Imlek wajib hukumnya. Selamat Hari Raya imlek.

*) Direktur Pusat Studi Agama dan Budaya IAIN Raden Intan Lampung /21 January 2012

Categories: Esai