Damhuri Muhammad
Kompas, 19 Feb 2012
SEORANG pengamat sastra menuding warna lokal sebagai perhatian utama prosa yang muncul beberapa tahun belakangan ini, tak lebih dari sekadar kerja ornamentasi dengan memancangkan diktum dan peribahasa khas etnik tertentu dalam teks, hingga sebuah prosa memerlukan sederetan catatan kaki guna menjelaskan maksudnya. Continue reading “Sastra Dalam Kepungan Warna Lokal”
