Maulid Nabi dan Krisis Kepemimpinan

Juma Darmapoetra
http://www.suarakarya-online.com/

Persoalan kebangsaan mulai dari korupsi, mafia hukum dan anggaran serta amburadulnya politik, semua berpangkal pada kepemimpinan bangsa yang mulai mengalami kritis. Padahal, untuk menghadapi permasalahan tersebut Indonesia dewasa ini butuh seorang figur pemimpin yang bisa menjadi panutan dan memberikan pencerahan. Bertepatan dengan maulid Nabi ini, sudah seharusnya sosok kepemimpinan Nabi Muhammad Saw, menjadi teladan terutama bagi para pemimpin bangsa untuk mencapai negara yang sejahtera. Continue reading “Maulid Nabi dan Krisis Kepemimpinan”

Wingit dan Jarjit

Han Gagas *

Wingit menguliti bangkai anjing itu. Gerombolan belatung ia caruk dengan tangan dan mengumpulkannya di piring plastik. Sambil menunggu api kayu bakar stabil, ia mengambil kecap.

Perutnya telah keroncongan sejak kemarin. Tiga malam, empat siang, tak secuilpun makanan masuk perutnya. Kini menatap daging anjing yang terbakar dengan baunya yang gurih, nafsu makannya tak terbendung lagi. Segera ia semprotkan kecap itu ke belatung mentah sebagai lalapan. Continue reading “Wingit dan Jarjit”

Maulid Nabi dan Pencerahan

Aguk Irawan MN
Republika, 16 Mei 2004

Dalam literatur sejarah Arab ada satu zaman yang paling busuk. Saat itu hukum rimba telah menjadi merk kehidupan masyarakat. Orang kaya menindas orang miskin; penguasa bertindak semena-mena; yang kuat mempermainkan yang lemah; dan kaum wanita diperlakukan hanya sebagai pemuas hawa nafsu seksual kaum laki-laki belaka. Bahkan pemberian Tuhan akal yang paling berharga, hampir tak diberi hak untuk berpikir. Jazirah Arab pada saat itu memang dalam puncak kegelapan dan kerendahan moral. Continue reading “Maulid Nabi dan Pencerahan”

Merayakan Lebaran di Jerman

Yusri Fajar *
http://www.surya.co.id/

Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, berlebaran di kampung halaman selalu dinantikan. Selain menjadi tradisi sakral, mudik juga bagian dari upaya menjaga ikatan dengan daerah asal. Apalagi jika sanak saudara dan keluarga berada di kampung. Para pendatang yang tinggal di kota-kota besar, ketika mudik ke kampung yang jauh dari keramaian, secara tidak langsung menegaskan identitas sebagai pendatang yang menggantungkan harapan di kota. Continue reading “Merayakan Lebaran di Jerman”

Bahasa ยป