Si Tupai yang Tak Sempurna

Julio Nangkoda *
http://www.kompasiana.com/JulioMN

Ada dua ekor Tupai jantan di sebuah koloni atau desa Tupai. Mereka bernama Clichy dan Harmly. Pada hakikatnya setiap makhluk hidup harus berkembang biak dan saling memiliki pasangan. Clichy yang mempunyai 4 kaki lengkap lebih lincah dalam mengambil biji-bijian dari atas pohon. Sedangkan Harmly yang hanya memiliki 1 kaki depan dan 2 kaki belakang pasti lah lebih lambat untuk mengambil biji-bijian.

Suatu ketika kepala atau raja dari koloni Tupai tersebut ingin mencari kan jodoh untuk anaknya, seekor tupai wanita yang paling cantik dari koloni tupai tersebut. Dia cantik tapi rendah hati, pastinya idaman setiap Tupai jantan. Karena Clichy yang seorang panglima perang yang sangat di percaya sang raja dan Harmly seorang yang paling pintar di koloni Tupai tersebut, mereka lah yang di tunjuk sebagai calon pasangan dari tupai betina itu, tentunya dengan satu sarat.

“Pergilah kalian cari biji-bijian sebanyak mungkin dengan BIJAK!! Dan bawalah ke hadapanku!!” seru sang raja.

Puluhan hingga ratusan biji-bijian mampu Clichy kumpulkan dalam waktu yang singkat. Sementara itu Harmly terlihat tak berdaya mengimbangi Clichy yang lebih dulu dapat mengumpulkan banyak bijian. Harmly terlihat mengambil biji-bijian satu per satu ini tak seimbang dengan Clichy yang mampu bergerak cepat dengan sekali mengambil biji-bijian bisa lebih dari 2.

Hingga pada akhir waktu yang di tetap kan, mereka saling mengumpulkan hasil jerih payahnya.

Sang Raja Tupai berkata “Baiklah kita akan segera mengetahui siapa yang akan menjadi pendamping anak ku”

Clichy yang sudah sangat yakin akan menjadi pemenangnya, tersenyum bangga. Harmly, terlihat seperti tak sekali pun berfikir untuk menjadi pemenang. Clichy sanggup mengumpulkan biji-bijian hingga 200 buah. Sedangkan Harmly hanya sanggup menggumpulkan 20 buah biji-bijian.

Sang Raja terkejut karena mendapati Harmly hanya mampu mendapatkan 20 buah biji-bijian. Sementara di satu sisi pandangan mata Clichy sudah tersenyum bangga karena yakin atas kemenangannya.

Raja Bertanya kepada Harmly “Anak muda, Kenapa kau hanya mendapatkan 20 buah biji-bijian?? Sedangkan tentara ku di sana mampu mengambil lebih dari mu??!!”

“Raja ku, 20 buah biji-bijian itu adalah biji-bijian yang terbaik untuk di konsumsi dari pohon utama di koloni kita ini” Harmly berkata lembut.

“Apa kau mengerti tentang apa yang aku perintahkan tadi kepada mu??” sang Raja bertanya kembali

“Yang aku tau dari ibu ku adalah pastikanlah hidup mu berguna untuk orang lain walau dengan tindakan kecil, penuh keterbatasan dan walau tanpa imbalan” kalimat kecil yang lembut dari Harmly

“Baiklah!! Pertandingan ini selesai, aku sudah mendapatkan pemenangnya. Harmly!!” Lantang sang Raja

Clichy yang merasa lebih banyak mendapatkan biji-bijian tidak terima dan langsung berkata

“Tapi Raja, hamba lah yang lebih banyak mendapatkan biji-bijian. Dan perintah yang di berikan raja adalah Pergilah kalian cari biji-bijian sebanyak mungkin dengan bijak. Dan bawalah ke hadapanku!!”

Raja berkata “Sepertinya engkau masih tidah memahami. Aku tidak berkata siapapun yang paling banyak mengumpulkan biji-bijian akan menang. Tapi aku memerintahkan untuk pergi mencari biji-bijian sebanyak mungkin dengan BIJAK. Engkau hanya mengumpulkan biji-bijian sebanyak mungkin tanpa memberikan yang terbaik untuk ku. Bagaimana mungkin engkau bisa memberikan yang terbaik untuk putri ku”

Terkadang hal-hal yang baik muncul dan memesona dari kekurangan yang ada dalam diri seseorang namun mensejahterakan hal lain yang berhubungan dengannya. Usaha, kesederhanaan dan kesabaran menerima kenyataan adalah kunci kehidupan. Seperti Harmly yang walau di pandang sebelah mata dan penuh kekurangan tetapi dia tetap memberikan yang terbaik untuk apa yang di percayakan kepadanya.

08 February 2012
*) Mahasiswa tahap akhir, cinta travelling, Buku, Design dan Olahraga (Sepak Bola)
http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/02/08/si-tupai-yang-tak-sempurna/