Jatuh Cinta, Awal Pengaruh Karya Para Penyair Besar

Yulianto
http://www.suaramerdeka.com/

Di Indonesia banyak penyair yang mulai menulis puisi karena jatuh cinta. Karena itu tak mengherankan ketika banyak anak muda yang tiba-tiba menjadi penyair. Mereka menulis puisi-puisi cinta semasa duduk di bangku SMP atau SMA. Tentu saja itu modal bagus bagi masa depan kepenyairan mereka.

Hal itu dikatakan penyair Semarang Gunoto Saparie ketika memberikan ceramah apresiasi sastra di Ruang Audio Visual SMPN 20 Genuk Semarang, Jumat (17/2) lalu. Ceramah itu diikuti oleh sekitar 100 siswa sekolah bersangkutan yang memiliki minat terhadap sastra, khususnya puisi.

Gunoto mengatakan, masa remaja merupakan masa subur bagi kreativitas penulisan puisi. Banyak penyair besar Indonesia maupun dunia yang melahirkan puisi-puisi cinta justru ketika remaja. “Lihat saja, misalnya puisi-puisi Rendra, Emha Ainun Nadjib, atau Sapardi Djoko Damono. Puisi-puisi cinta mereka yang indah dan menyentuh justru diciptakan ketika mereka berusia muda,” kata Ketua Bidang Kerja Sama Dewan Kesenian Jawa Tengah itu seraya menceritakan awal mula kepenyairannya.

Gunoto menambahkan, banyak puisi yang sulit dipahami masyarakat. Puisi-puisi demikian biasanya penuh simbol, metafora, dan personifikasi. “Namun sebenarnya puisi itu untuk dinikmati, bukan buat dipahami,” katanya. Dia juga menambahkan, sesungguhnya banyak juga penyair yang menulis puisi komunikatif, mudah diberi tafsir.

Pada kesempatan itu Gunoto menunjukkan beberapa contoh puisi yang sulit dipahami, antara lain karya Goenawan Mohamad, Abdul Hadi WM, dan Sutardji Calzoum Bachri. Selain itu juga ditunjukkan contoh-contoh puisi yang mudah dipahami dan diberi tafsir seperti karya Taufik Ismail dan Rendra. Gunoto pada kesempatan itu juga membacakan beberapa puisi karyanya dan karya beberapa penyair senior lain.

Sementara itu guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMPN 20 Genuk Dra Rini Ganefa mengatakan, kegiatan ceramah apresiasi sastra ini diharapkan bisa lebih mendekatkan para siswa terhadap sastra. Dia menambahkan, dengan semakin dekat siswa juga bisa mengenal para sastrawannya.

19 Februari 2012