Perjalanan

Denny Mizhar

I
di lintasan waktuMu terlarut dalam tanya takdirMu.
memecahkan tubuh yang tumbuh dalam kota tua.
kerapuhan lahir dari masa lalu yang ditetaskan ingatan
pada jalan hitam membaca tanda-tanda.

keberlarian menjadi ingin.
sembunyi dari kenyataan
bahwa hidup adalah
keyakinan.

Malang, Januari 2011

II
di kota tua ini tereja garis nasib yang tak menemui takdirNya
sepi masih saja bertandang dengan gempita di setiap hirupan nafas.
jalan mana harus terlewati mananggalkan tubuh yang rapuh.
hiruk pikuk klakson kendaraan yang berebut celah menuju garis finis.
lampu berkerlipan ketika malam mengetuk pintu waktu
dan orang-orang sibuk mencari celana dalam di mall-mall
yang dibangun dengan menumbangkan pohon-pohon
dan mengusir kunang-kunang. aku tersudut di pojok jalan
yang bersimpang. mengaduh gaduh pada tuan kota tua
dan tak ada jawabnya. sangsi aku pada diriku.
pada Tuhan yang katanya bersemayam didekat urat leherku.
aku masih manyembut namaMu. walau kesangsian berkelindan
menyusuri pertanyaan-pertanyaan keraguanku.

Malang, Januari 2011

III
aku telah memilih jalan. tapi aku takut berjalan. jalan yang menikung tajam. tajamnya seperti mata pisau yang baru saja terasah. bila aku tak berjalan. aku mati dalam angka. bila aku berjalan kakiku akan luka, karena tikungan kian membuatku gelisah. apakah aku harus diam dalam angka yang tak berubah atau berjalan melewati luka. dilema dalam ketakutan. apakah Tuhan bersama bersama orang takut. seketika itu, cahaya berpendar-pendar menuntunku melewati luka. kakiku berdarah. aku menahan dengan keyakinan. aku akan merubah angka. angka akan terus bertambah. bertambah dalam gerak. terus bergerak. kakiku patah dalam angka.

Malang, Februari 2011

IV
aku kalah dengan gerak fikir yang berjalan menjumpaiku
hingga daya tahan akan keyakinan tergedor roboh seketika

masihkah ada hati yang bersijingkat memeluknya, aku harap.
hanya ia yang tertinggal ketika kerapuhan menjumpai,
ketika Tuhan yang aku bunuh tak dapat mati.

keabadiannya ada selalu

aku hanyalah rangka tak berdaya
dan daya itu hanya Tuhan yang punya

Malang, Februari 2011

Denny Mizhar, Lahir di Lamongan 1983. Pertama kali berkesenian saat bergabung dengan Teater HomPimPah LSO, Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Malang. Kini aktif mengoperasikan Pelangi Sastra Malang, berteater dengan Teater Sampar Indonesia, dan sebagai anggota Center For Relegious And Social Studies (ReSIST) Malang. Belajar menulis puisi saat menerbitkan kumpulan puisinya bertitel Berharap di Senja Hari (2007). Beberapa tulisannya dapat dilihat di suara-sunyi.cc.co. Kini menjadi pengajar di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Alamat FB dan Twitter: dens.smart@gmail.com