Sastra China semakin diminati

Editor: Anggraini Lubis
http://www.waspada.co.id/

Lulusan sastra China memiliki peluang yang besar di dunia kerja. Mereka bisa berkecimpung di dunia bisnis, pariwisata, sampai pendidikan.

Pelan tapi pasti, sastra China kini menjadi program studi (prodi) favorit bagi lulusan SMA di Sumatera Utara.Buktinya jelas. Di dua perguruan tinggi yang menawarkan prodi sastra China yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing- Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA),peminatnya terus meningkat tiap tahunnya.

Di USU peningkatan ini mengakibatkan pihak kampus harus menambah daya tampung kelas dari 40 mahasiswa menjadi 70 mahasiswa.Penambahan kapasitas ini baru dilakukan tahun ini setelah dalam beberapa tahun terakhir peminat yang mendaftar di prodi ini terus meningkat.Sementara di STBA PIA, saat dibuka tahun 2009, prodi sastra China menampung sekitar 200 orang mahasiswa, namun tahun berikutnya sampai tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 350 orang. Apa yang menyebabkan lulusan SMA di Kota Medan tertarik mengambil prodi sastra China?

Jawabnya mudah. Bahasa China atau Mandarin kini tengah naik daun. Sebagai salah satu negara yang paling berpengaruh, masyarakat Tionghoa banyak berkiprah di berbagai negara.Namun mereka kebanyakan tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Oleh sebab itu dibutuhkan orang-orang yang piawai berbahasa China atau Mandarin untuk bisa berkomunikasi dengan masyarakat Tionghoa. Menurut Ketua STBA PIA, Berlin Sibarani setidaknya ada tiga bidang yang bisa menjadi lahan atau peluang para lulusan sastra China dalam bekerja.Yaitu dunia bisnis, pariwisata,dan pendidikan.

Pertama,bidang bisnis.Jika menguasai bahasa China atau Mandarin, mereka bisa mengisi peluang kerja di perusahaan- perusahaan China.Kedua, bidang pariwisata.Walau banyak masyarakat Tionghoa di Medan, tapi kebanyakan tidak mampu berbahasa Mandarin karena bahasa orang Tionghoa di Medan adalah bahasa suku Hokkien, bukan Mandarin. Ini jelas bisa menjadi peluang bagus bagi lulusan sastra China. Peluang di bidang pariwisata tersebut sangat beragam. Mulai dari menyelenggarakan paket tur dan travel untuk turis dari China sampai menjadi tour guidebagi mereka.

“Bahkan para lulusan ini juga bisa dikirim ke China seperti Beijing atau Guangzhou untuk bekerja di bidang pariwisata, sebab banyak orang Indonesia yang ada di sana juga tidak memahami bahasa China,” tambahnya. Bidang ketiga yang bisa dijajal ialah pengajaran bahasa Mandarin.Menurut Berlin permintaan guru bahasa Mandarin hingga saat ini sangat banyak. “Data permintaan guru bahasa Mandarin di seluruh dunia sekarang ini sangat mencengangkan,” ujar Berlin yang juga Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Medan (Unimed). Keahlian di tiga bidang ini pula yang diajarkan STBA PIA kepada para mahasiswanya.

Berlin menyebutnya sebagai pilihan konsentrasi.Sebagai tenaga pengajarnya, ada 25 dosen lulusan S2 dari South China Normal University (SCNU), Guangzhou,China. Pembekalan tiga konsentrasi ini sebagai penguat dari pengajaran keterampilan bahasa China di kelas.Keterampilan berbahasa ini mencakup mendengar, berbicara dan menulis. Kemampuan menulis menjadi hal yang cukup sulit karena mahasiswa harus mempelajari karakter kata China padahal karakter per kata tidak sama. Sayangnya,prospek cerah di dunia kerja bagi lulusan prodi sastra China tidak diimbangi dengan infrastrukturnya.

Di Sumatera Utara, universitas atau sekolah yang menyediakan prodi bahasa China atau sastra China masih sangat minim. Hanya ada dua kampus yang menggelar program studi sastra China yakni USU sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan STBA PIA sebagai PerguruanTinggi Swasta (PTS). “Sekarang ini di Sumut perguruan tinggi kebanyakan membuka prodi sastra Inggris dan Indonesia. Sementara sastra China memang masih minim,” terang Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Prof Nawaiy Loebis.

Kondisi ini juga diamini oleh Ketua Program Studi Sastra China USU, T Thyrhaya Zein. Banyaknya peminat namun terbatasnya daya tampung membuat pihak kampus terpaksa memperbesar daya tampung di kelas prodi sastra China.

16 July 2011