HJ (Hasan Junus), Pengasah Permata Budaya Melayu, Telah Berangkat Tanpa Beban

UU Hamidy *
riaupos.co

Hasan Junus pengarang Riau yang piawai telah berangkat menghadap Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia telah berangkat dalam keadaan tenang dan damai. Hasan Junus mendapat julukan Pena yang Tak Pernah Kering karena dialah satu-satunya pengarang Riau yang tiada mengenal lelah dalam menulis. Penanya bergerak lebih cepat daripada gerak langkahnya. Continue reading “HJ (Hasan Junus), Pengasah Permata Budaya Melayu, Telah Berangkat Tanpa Beban”

Ars Poetica

Hasif Amini
Kompas, 14 Mei 2006

Bila tak sedang memerikan hal-ihwal dunia (dan) manusia, puisi kadang menengok kembali dirinya sendiri. Lewat tangan si penyair, kata-kata lepas dan bermain,
bekerja, sesekali bercermin, merenung: apa sesungguhnya puisi, apa yang mestinya dilahirkan oleh puisi, apa yang mesti dijalankannya, apa yang tidak, dan seterusnya. Dan pencandraan diri seperti itu ternyatalah bukan hanya gejala modern kemarin sore. Continue reading “Ars Poetica”

Membumikan Cerita ala Saut Poltak Tambunan

Benny Arnas *
riaupos.co

Sampai sekarang, saya masih belum mampu mendefinisikan “sastra”. Dari apa yang saya gumuli selama ini, saya baru (sampai) pada tingkat pemahaman bahwa “sastra” adalah karangan yang mampu meng-upgrade kemampuan pembaca dalam memaknainya.

Artinya, saya percaya bahwa ada definisi lebih tepat yang (mungkin) sudah dicetuskan oleh orang-orang terdahulu. Bukan berarti saya tak ingin membuka-buka referensi. Tapi, Continue reading “Membumikan Cerita ala Saut Poltak Tambunan”

Solo dalam narasi hotel

Bandung Mawardi *
http://www.solopos.com/

Alkisah, Hidjo mau meneruskan studi ke Belanda. Seorang pribumi dari kalangan elite di Solo hendak menghirup napas intelektualitas di negeri penjajah.

Hidjo pergi ke Belanda menggunakan alat transportasi kapal. Hidjo harus pergi dulu ke Batavia karena kapal jurusan ke Belanda bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok. Continue reading “Solo dalam narasi hotel”

Bahasa »