Bukan Perempuan Biasa

Dedy Hidayatulah
http://www.suarakarya-online.com/

Usai makam malam bersama Yos, Duma langsung ke kamar hotelnya. Tawaran Yos menghabiskan malam di sebuah kafe tak membuatnya tertarik. Setelah menang tender siang tadi, Duma letih. Ia ingin segera berada di kamarnya.

Sebagai pengusaha yang kerap ke luar negeri, Duma menganggap tiap kamar hotel adalah rumahnya. Setiap negeri yang disinggahi seolah jadi ngaranya. Namun, Continue reading “Bukan Perempuan Biasa”

Giwang untuk Istri

Budi Hutasuhut
http://www.facebook.com/groups/cerpenkucerpenmu/

Suami istri itu saling pandang. Tak ada kalimat. Tapi mata keduanya sudah lebih dari cukup untuk saling memahami kondisi masing-masing.

Si suami baru saja tiba di rumah sepulang kerja. Setiap hari ia keluar rumah untuk menawarkan jasa memperbaiki cincin, gelang, kalung emas, dan perhiasan lain yang rusak. Ia masuk ke kompleks-komplek perumahan, ke kampung-kampung yang jauh. Berkilo-kilo meter ia tempuh setiap hari. Ia tak letih, meskipun betisnya semakin mengeras karena dipakai menggoes pedal sepeda tuanya. Continue reading “Giwang untuk Istri”

Redi Kelud

Han Gagas
http://cerpenkompas.wordpress.com/

Aku lahir di tengah keluarga yang berbeda. Bapakku tunawicara, ibuku suwung kalau kambuh jadi begitu menakutkan. Marno, kakak pertama, suka berendam seharian. Kalau dilarang berendam, paling tidak ia mandi empat kali sehari, pukul 8, 11, 2, dan 4.

Kakak kedua, Basoko, kepalanya selalu meleng ke kiri, tak mau memandang jika diajak bicara. Ia hanya mau bersitatap denganku bila aku menanyakan sedang apa ia dengan bulpennya itu. Ia senang mencoret-coret bukunya mirip gambar, mirip angka, mirip tulisan, atau tak mirip apa pun. Continue reading “Redi Kelud”

Birokrasi!

Bandung Mawardi
Tempo, 23 Okt 2011

Sejarah Indonesia adalah sejarah tuan dan hamba (patron-client ). Kita bakal menelisik ini dari proses modernisasi awal di Nusantara, agenda transformasi sosial-politik-ekonomi, ketamakan kolonial, dan utopia kemodernan kaum pribumi. Perkebunan, pabrik gula, birokratisasi, percetakan, pendidikan, dan transportasi menjadi prolog modernisasi pada abad XIX. Perubahan-perubahan ini lekas melahirkan dikotomi politik, ekonomi, sosial, dan kultural. Sejarah pun bergerak dalam dikotomi telak: tuan dan hamba. Continue reading “Birokrasi!”

Gie: Menguji Keterbukaan

Seno Gumira Ajidarma
Tempo, 11 Juli 2005

Ini bukan sebuah kritik film. Ini catatan tentang sebuah film yang sudah tidak relevan diperbincangkan hanya sebagai film saja: sangatlah penting untuk mendengar, mempertimbangkan, dan menanggapi apa yang disampaikan film ini secara produktif sebagai wacana kontemporer. Tepatnya: jangan menyensornya, jangan melihatnya sepotong-sepotong, dan jangan keburu menghakimi sebelum berdebat. Continue reading “Gie: Menguji Keterbukaan”

Bahasa ยป